70 orang Tewas Serangan Udara Hantam rumah sakit Suriah

70 orang Tewas Serangan Udara Hantam rumah sakit Suriah

Rumah sakit di Kota Jisr al-Shughur Provinsi Idlib hancur setelah terkena serangan udara Rabu 10 Juli malam. (foto - AFP)

Idlib  -  Serangan  udara  di  barat  laut  Suriah  menghantam  rumah  sakit  pada  Rabu  malam  menewaskan  sedikitnya  70  warga  termasuk anak-anak.
 
Dilansir AFP, Kamis (11/7/2019) Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemantau yang berbasis di Inggris mengandalkan sumber di dalam Suriah menyebutkan, serangan udara dari rezim itu menewaskan 7 penduduk termasuk 3 anak-anak di Kota Jisr al-Shughur Provinsi Idlib.
 
Kepala observatorium, Rami Abdel Rahman menyebutkan, tiga penduduk tewas setelah rumah sakit diserang, sedangkan yang lainnya terbunuh di kota. Petugas penyelamat yang dikenal sebagai 'White Helmets' mengatakan, misil-misil itu menyasar rumah sakit dan permukiman di Jisr al-Sughur.
 
Dokter setempat mengatakan, fasilitas kesehatan telah mati setelah generator terkena serangan. Para korban luka pun dipindahkan ke rumah sakit lainnya. "Kami tak punya generator untuk mengoperasikan rumah sakit. Ini hanya satu-satunya untuk Jisr al-Shughur dan perumahan," kata Bassam al-Khattab.
 
Tiga generator tampak telah hancur dan satu unit ambulan rusak di antara puing-puing. Sementara di selatan, serangan udara Rusia menghantam sekelompok orang telantar hingga menewaskan 4 orang, termasuk satu anak di luar Kota Maaret Hurma di Provinsi Hama.
 
Wilayah Idlib, rumah bagi sekitar tiga juta orang telah dikelola oleh mantan afiliasi Al-Qaeda, Hayat Tahrir al-Sham. Namun, jihadis lainnya dan kelompok pemberontak juga menampakkan diri di area tersebut.
 
Wilayah itu mencakup sebagian besar Provinsi Idlib serta bagian tetangga Hama, Aleppo dan Latakia. Lebih dari 550 penduduk tewas dalam serangan udara rezim dan Rusia di barat laut Suriah, sejak akhir April.
 
PBB mengatakan, 25 fasilitas kesehatan di kawasan itu telah diserang, meski ada kesepakatan antara Rusia dan pemberontak untuk mencegah serangan rezim besar-besaran di sana. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,