BI : Kinerja Keuangan Berjalan Baik

BI : Kinerja Keuangan Berjalan Baik

BI : Kinerja Keuangan Berjalan Baik

Kupang - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan hingga triwulan III/2014, kinerja transaksi keuangan berjalan baik, karena defisit transaksi berjalan menurun ditopang oleh kebijakan stabilisasi yang ditempuh oleh Bank Indonesia dan pemerintah.
 
"Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2014 mencapai 6,8 miliar dolar AS (3,07 persen PDB) atau lebih rendah dibandingkan dengan defisit 8,7 miliar dolar AS (4,06 persen PDB) pada triwulan II-2014 dan defisit pada periode yang sama tahun 2013 sebesar 8,6 miliar dolar AS (3,89 persen PDB)," katanya di Kupang, Minggu (30/11/2014).
 
Ia mengatakan perbaikan kinerja transaksi berjalan tersebut terutama didukung oleh neraca perdagangan barang yang kembali surplus seiring dengan meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah defisit neraca perdagangan migas yang tetap besar.
 
Impor nonmigas pada triwulan III-2014, kata dia, masih terkontraksi pada kisaran 2,7 persen, sementara ekspor produk primer juga meningkat seiring dengan pulihnya ekspor mineral pascakeluarnya izin ekspor mineral mentah.
 
Ia menambahkan pertumbuhan ekspor nonmigas tersebut, ditopang oleh kenaikan harga ekspor dan perbaikan permintaan ekspor, terutama minyak nabati dan produk manufaktur.
 
Di sisi migas, besarnya defisit neraca perdagangan migas pada triwulan III-2014 dipengaruhi oleh masih tingginya impor migas, di tengah ekspor minyak yang menurun seiring dengan turunnya harga minyak dunia.
 
Selain itu, berkurangnya tekanan defisit transaksi berjalan dipengaruhi oleh pola musiman defisit neraca jasa dan pendapatan primer yang lebih rendah.
 
Modal asing Di sisi lain, ia menjelaskan, kepercayaan investor asing masih tetap positif terhadap prospek ekonomi Indonesia yang terlihat dari aliran modal asing yang masuk ke Indonesia untuk kepentingan investasi.
 
Pada triwulan III-2014, surplus transaksi modal dan finansial mencapai 13,7 miliar dolar AS, terutama didukung aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan penarikan pinjaman luar negeri korporasi.
 
Dengan perkembangan tersebut, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menunjukkan kinerja yang semakin baik sejalan dengan proses penyesuaian ekonomi ke arah yang lebih seimbang dan berkesinambungan.
 
Secara keseluruhan, NPI pada triwulan III-2014 mengalami surplus 6,5 miliar dolar AS, meningkat dari 4,3 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya.
 
"Peningkatan surplus NPI tersebut pada gilirannya mendorong kenaikan posisi cadangan devisa dari 107,7 miliar dolar AS pada akhir triwulan II-2014 menjadi 111,2 miliar pada akhir triwulan III-2014," kata Adityaswara.
 
Ia menyatakan optimistis, kinerja NPI ke depan akan semakin sehat sejalan dengan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang ditempuh Bank Indonesia, serta langkah reformasi struktural yang akan ditempuh Pemerintah, termasuk di sektor migas. (AY)
.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,