19 Gadis SMP & SMA Korban TPPO di Indramayu Dibebaskan

19 Gadis SMP & SMA Korban TPPO di Indramayu Dibebaskan

Sebanyak 19 gadis SMP/SMA korban TPPO di Indramayu dipekerjakan di tempat karaoke dibebaskan. (foto - ilustrasi)

Indramayu - Jajaran  Kepolisian  Resor  (Polres)  Indramayu  Jawa  Barat  berhasil  menyelamatkan 19 gadis  SMP dan  SMA yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), berkat adanya laporan dari orangtua korban.
 
"Pada awalnya kita mendapatkan laporan dari ibu-ibu yang mengaku anaknya dibawa menggunakan mobil oleh seseorang tak dikenal," kata Kapolres Indramayu AKBP Yoris MY Marzuki di Indramayu Senin (15/7/2019).
 
Berdasarkan keterangan dari ibu-ibu yang melapor, pihaknya kemudian melakukan pendalaman kasus tersebut. Ternyata para gadis ABG tersebut dibawa oleh seorang mucikari ke dua tempat berbeda, yakni di Bekasi dan Karawang.
 
Yoris menjelaskan, setelah itu pihaknya melakukan penggerebekan di dua lokasi berbeda. Dalam penggerebekan itu didapati 19 orang anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai pemandu lagu (PL).
 
"Sebanyak sepuluh orang perempuan muda di antaranya merupakan warga Kabupaten Indramayu, sedangkan sisanya berasal dari Kabupaten Purwakarta," katanya.
 
Ke-19 korban tersebut yang berhasil diselamatkan dari kejahatan perdagangan orang masing-masing berinisial AS (16), DM (15), RNA (16), WR (12), AF (14), AE (14), KS (17), KW (17), SN (12) dan IN (14), yang merupakan warga Kabupaten Indramayu.
 
Sedangkan sembilan orang lainnya dari Purwakarta yakni ND (16), HN (16), SV (17), AL (17), YP (14), SS (16), RPD (15), FB (15) dan AN (15). "Mereka semua kita selamatkan ketika dijajakan oleh pemilik kafe, untuk menemani para lelaki hidung belang," tegas Yoris.
 
Dari kasus TPPO tersebut, jajaran Polres Indramayu berhasil menangkap tiga orang pelaku. Dalam menjalankan aksinya mereka bermoduskan, para gadis tersebut akan dipekerjakan sebagai karyawan di sebuah pabrik roti.
 
"Kita berhasil mengamankan tiga orang pelaku, yakni SR (15) sebagai perekrut, AJS (34) karyawan dan PM (41) pemilik kafe," katanya. Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 6 dan atau Pasal 2 ayat (2) UU RI No 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,