TPPO, Puluhan TKI Dijadikan Terapis Dicabuli di Singapura

TPPO, Puluhan TKI Dijadikan Terapis Dicabuli di Singapura

Puluhan TKI dijadikan terapis dicabuli di Singapura. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Sedikitnya tiga orang tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ditangkap  Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Ketiga tersangka itu bernama Wayan Susanto (Ega), Siti Sholikatun (Ika) serta Aan Nurhayati (Nur).
 
Berdasarkan keterangan Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Nico Afinta, Ega dan Ika merupakan satu jaringan. Mereka menjanjikan sebanyak 14 orang untuk bekerja menjadi baby sitter.
 
"Sebelumnya kedua tersangka menjanjikan kepada 14 korbannya untuk bekerja sebagai baby sitter, tapi ternyata mereka dijadikan terapis di salah satu tempat spa di Singapura," kata Nico di Bareskrim Polri, Selasa (16/7/2019).
 
Nico menjelaskan, salah seorang korban bernama Wiwi Wulansari kemudian melapor ke KBRI karena tidak diperbolehkan pulang. Korban telah mendapatkan perlakuan pencabulan ketika bekerja sebagai terapis.
 
"Korban juga mengaku dicabuli sebanyak dua kali oleh tersangka Ega dan saat hendak pulang tidak diperbolehkan, meski ia sudah membayar uang pengganti Rp 1 juta," katanya.
 
Sementara itu, tersangka Nur terbukti memberangkatkan sekitar 100 anak di bawah umur ke Turki. Salah satu korbannya bernama Reycal Alya Fanet bahkan meninggal dunia. "Korban direkrut sebagai pekerja rumah tangga pada saat usia 15 tahun," tegas Nico.
 
Menurutnya, sebelumnya korban telah dijanjikan untuk mendapatkan gaji Rp7,5 juta. Namun hingga terungkap kasus tersebut, korban tidak mendapatkan gaji yang sudah dijanjikan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,