Turini, TKI di Saudi Asal Cirebon Dipulangkan ke Tanah Air

Turini, TKI di Saudi Asal Cirebon Dipulangkan ke Tanah Air

Turini binti Mashari Tarsina, TKI asal Cirebon dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi. (foto - KBRI Riyadh)

Jakarta - Turini  binti  Mashari  Tarsina,  warga  Indonesia  asal  Cirebon  Jawa  Barat  yang  bekerja di  Arab  Saudi hilang kontak selama 21 tahun dan putus komunikasi dengan keluarga telah ditemukan. Turini pun dipulangkan ke Tanah Air, menunggu proses kepulangan ke Tanah Air, pada Minggu (21/7/2019).
 
Berdasarkan keterangan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyebutkan, Turini berangkat ke Arab Saudi pada 24 Oktober 1998, kemudian ia bekerja di keluarga Aun Niyaf Aun Alotaibi.
 
Pada pertengahan 2013 pihak keluarga melaporkan, Turini tidak bisa dikontak selama bekerja di Arab Saudi. Namun demikian, karena data yang ada tidak lengkap, Kedutaan Besar RI di Riyadh pun kesulitan untuk melakukan pencarian.
 
"Titik balik pencarian Turini pada Maret 2019. KBRI pada saat itu menerima informasi dari anak Turini di Indonesia, ibunya baru saja menghubungi lewat nomor telepon warga negara Filipina," kata Agus Maftuh.
 
Setelah KBRI Riyadh menghubungi nomor itu diketahui, WN Filipina itu bekerja di rumah majikan yang masih bersaudara dengan majikan Turini. Setelah berkomunikasi, KBRI mendapati Turini telah bekerja untuk Feihan Mamduh Alotaibi, menantu dari majikan lama, Aun Niyaf Aun Alotaibi yang sudah meninggal 10 tahun lalu.
 
Selama bekerja dalam kurun waktu 21 tahun, Turini belum pernah menerima gaji dan tidak memiliki akses komunikasi dengan keluarga di Indonesia.  Dengan bantuan Kantor Polisi Dawadmi, pada 2 April 2019 tim KBRI Riyadh dapat menemui Turini dan bernegosiasi langsung dengan Feihan Mamduh Al-Otaibi di rumahnya di kampung sebuah pedalaman Saudi, sekitar 387 km dari Riyadh.
 
Agus Maftuh menyatakan, proses negosiasi dengan majikan pun berlangsung cukup alot. "Namun dengan pendekatan ala santri, taqdimul adab (mengedepankan pendekatan sosial antropologis), Alhamdulillah majikan luluh hatinya dan bersedia membayarkan hak-hak gaji Turini sebesar 150 ribu Riyal (setara 550 juta rupiah).
 
Selama "hilang", Turini dianggap melewati masa berlaku izin tinggal atau overstay dan dikenai denda. Denda akhirnya dibebankan kepada kafil (majikan) dan harus menanggung tiket kepulangan Turini ke Indonesia, pada Minggu 21 Juli 2019 didampingi oleh staf KBRI berwarga negara Saudi Muhammad al-Qarni, yang terlibat langsung dalam penyelamatan Turini. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,