12 Tahun Edulab Memiliki 50 Cabang di 20 Kota di Indonesia

12 Tahun Edulab Memiliki 50 Cabang di 20 Kota di Indonesia

Edulab Indonesia didirikan pada tanggal 1 Juli 2007 di Jalan Ciwulan Kota Bandung. (foto - edulab)

Bandung - Awal  terbentuknya  Edulab  Indonesia berasal dari ide Tugas Akhir (TA)  yang mengambil topik kewirausahaan. Dari topik kewirausahaan itulah terinspirasi dari kajian yang senantiasa diikuti oleh Kang Oki dan Kang Agun.
 
Kajian tersebut memiliki inti pembicaraan mengenai pendidikan di Indonesia yang masih belum banyak perkembangan jika dibandingkan dengan pendidikan di luar, yang sudah memiliki pendidikan dengan sistem yang bagus.
 
Sistem pendidikan di sini jangan hanya melihat dari sistem pendidikan formal. Namun mulai dari sistem pendidikan di tingkat mikro (kultur atau sistem budaya) sampai ke tingkat makro (kebijakan pendidikan). 
 
Cara tercepat untuk mengatasi kebodohan dan kemiskinan itu sendiri adalah pendidikan. Misalnya, ada seseorang yang ingin mengubah nasib agar lebih baik, nah caranya adalah harus meraih pendidikan. Dari materi kajian itu intinya kalau kita ingin mengubah bangsa, harus dari sistem pendidikannya.
 
Kaitannya antara tugas akhir dengan bisnis yang ada di dunia pendidikan, yakni Bimbel (bimbingan belajar) yang berbeda dengan bimbel lainnya. Bukan hanya mengedepankan nilai try out dan lulus di Perguruan Tinggi Negeri, tapi mengedepankan aspek akademis di dunia pendidikan.
 
CEO Edulab Oki Earlivan Sampurno pun  tampaknya mendapatkan inspirasi lain saat menempuh pendidikannya di kampus ITB. Masalah diferensiasi Kang Oki (sapaan akrabnya) mendapatkan inspirasi bisnis dalam dunia pendidikan dari materi yang dipelajari saat kuliah di SBM ITB. 
 
Dari hal itulah, ia tertarik dengan bisnis tersebut agar tidak hanya tertulis di atas kertas sebagai tugas akhir, tetapi harus diwujudkan dengan menggunakan ilmu yang sudah ada. Selain itu, Kang Oki pun mendapatkan dorongan dari pihak kampus dan keinginan yang tinggi dari diri sendiri, untuk coba berbisnis di dunia pendidikan. Yakni dengan membuka bimbingan belajar. 
 
Langkah awal yang dilakukan oleh Oki langsung membentuk tim direksi. Tim direksi tersebut menjalankan tugas awal untuk mencari para pengajar atau edukator. Setelah itu, Oki dan timnya membuka seleksi untuk mencari para pengajar, yang tempatnya di halaman SBM ITB.
 
Dari hasil rekrut tim pengajar yang salah satunya yang diterima, yakni Aguntara (Kang Agun) dan Krisna Adiarini (Bu Nana). Selain tim tersebut, Oki pun membentuk tim marketing yang anggotanya berasal dari para alumni SMAN 3 Bandung, sekolah asal Kang Oki menempuh pendidikan.
 
Tim-tim yang bergabung bersama Edulab tersebut rata-rata berasal dari lingkungan pertemanan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus.
 
Edulab didirikan di Kota Bandung pada tanggal 1 Juli 2007 di Jalan Ciwulan. Dulunya Edulab masih berbentuk CV, dan tahun 2010 baru terbentuk sebagai PT. Kegiatan belajar mengajar di Edulab diselenggarakan sejak tanggal 4 Januari 2008, di cabang pertama Jalan Ciwulan.
 
Saat kegiatan belajar mengajar pertama kali berlangsung, sudah banyak siswa dan siswi yang mengikuti tambahan di cabang itu hingga mencapai 30 orang. Penambahan siswa itu sendiri berjalan dengan lancar, khususnya saat menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa siswinya.
 
Hal itu pula makin menarik perhatian beberapa siswa yang mulai mendaftar ke Edulab. Angkatan pertama yang mengikuti bimbingan belajar di Edulab sebanyak 42 siswa, sedangkan siswa yang mengikuti privat 10 siswa, dan siswa regular 32 siswa. 
 
Dari angkatan pertama itu sendiri banyak yang lulus ke PTN favorit, berkat mengikuti bimbingan belajar di Edulab. Setelah itu, Edulab membuka angkatan yang kedua, dan mendapatkan sebanyak 80 siswa yang mendaftar.
 
Pada tahun 2008, Edulab membuka cabang kedua di Jalan Bengawan No 20, yang dikhususkan untuk para siswa angkatan 2008/2009. Sejak awal berdiri, Edulab memiliki konsep berbeda dengan bimbingan belajar lain, seperti konsep kelas kecil, homy, tambahan dan dating.
 
Dari hal itulah membuat Edulab semakin berkembang dan sangat kentara perbedaan Edulab dengan bimbingan belajar lainnya. Pada angkatan ketiga sudah banyak yang mendaftar sampai mencapai 180 lebih siswa. 
 
Berdasarkan pencapaian tersebut, pada tahun 2009 Edulab membuka cabang ketiga di wilayah Buahbatu, yakni di Jalan Palasari. Sedangkan tahun 2011, Edulab membuka cabang keempat yang cukup besar yang berada di Jalan Kalimantan No 7.
 
Saat membuka cabang di Kalimantan 7, Edulab semakin dilirik oleh siswa siswi untuk mendaftar ke setiap cabang. Hingga tahun 2012, di cabang Jalan Kalimantan 7 sudah memiliki 400 siswa yang mengikuti bimbingan belajar. Dalam perkembangannya hingga saat ini, Edulab memiliki 50 cabang yang berada di 20 kota besar di Indonesia. (Syifa Wardani Putri)**
.

Categories:PenaCikal,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait