Revitalisasi Curug Dago Bandung Dibantu Kerajaan Thailand

Revitalisasi Curug Dago Bandung Dibantu Kerajaan Thailand

Objek wisata Curug Dago di kawasan Bandung utara. (foto - ist)

Bandung - Kondisi  kawasan  Curug  Dago  semakin tidak kondusif hingga mengancam keberadaan peninggalan Raja Siam (Thailand) atau Raja Rama.
 
Dalam keterangannya Kepala Tahura Juanda Lianda Lubis menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Kerajaan Thailand telah sepakat untuk melakukan kerja sama, guna menyelamatkan Prasasti Raja Rama dengan cara melakukan revitalisasi kawasan Curug Dago.
 
Pembicaraan mengenai revitalisasi kawasan objek wisata seluas tiga hektar di kawasan Bandung utara tersebut, telah dilakukan Pemprov Jabar dan delegasi Kerajaan Thailand pada awal tahun 2019.
 
Menurut Lianda, revitalisasi kawasan Curug Dago akan diawali dengan merenovasi paviliun Prasasti Raja Rama. "Ada kerusakan lingkungan, yang paling parah ada limbah cair di mana sungai menjadi sangat asam, kotor dan bau. Selain itu ada ancaman longsor dinding tebing," kata Lianda.
 
Ia menjelaskan, pendanaan untuk renovasi paviliun Prasasti Raja Rama itu sendiri digelontorkan secara penuh oleh pihak Kerajaan Thailand. Sementara mengenai pendanaan revitalisasi kawasan Curug Dago, baru akan dibahas antara Pemprov Jabar dan Kerajaan Thailand setelah renovasi paviliun Prasasti Raja Rama selesai.
 
 
"Dua minggu lalu duta besar Thailand kunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda untuk renovasi paviliunnya terlebih dahulu. Nanti tahap berikutnya kita sama-sama akan mengatur dan susun rencana revitalisasinya," tegas Lianda.
 
Renovasi paviliun Prasasti Raja Rama itu sendiri sebetulnya telah mulai dilaksanakan. Bahkan, renovasi tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun ini juga.
 
"Renovasi tahun ini selesai. Mungkin November kita sudah akan bicara rencana revitalisasi kawasan Curug Dago secara keseluruhan. Tahun depan mudah-mudahan revitalisasi sudah bisa dilakukan," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Wisata,
Tags:,