Warga Bandung Tolak RUU Pilkada

Warga Bandung Tolak RUU Pilkada

Bandung - Ratusan warga Kota Bandung membubuhkan tanda tangan di atas spanduk untuk menolak Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang saat ini sedang dibahas DPR. Penolakan tarhadap RUU Pilkada tersebut dilakukan  warga di kawasan  Car Free Day (CFD), Jl. Dago, Minggu (14/09/2014).

Aksi tersebut mendapat dukungan langsung dari orang nomor satu di Kota Bandung Ridwan Kamil. Sebagai bentuk dukungannya, Wali Kota Bandung itu, ikut menandatangani petisi di spanduk dengan menuliskan kalimat, “Pilkada langsung oleh rakyat adalah fundamental”.

Rencananya, spanduk petisi penolakan tersebut akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada Selasa (16/09/2014). Selain Bandung, kegiatan serupa juga digelar di empat kota lainnya, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Semarang, dan Makassar.

Menurut koordinator aksi yang merupakan anggota badan pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW), Selly Martini, aksi ini ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa DPR mau mengambil alih Pilkada seperti di zaman Orba.  Jika kepala daerah dipilih oleh legislatif (DPRD), pada masa kepemimpinannya nanti kepala daerah tersebut bukan bekerja untuk rakyat, melainkan untuk elite politik. "Harapannya dengan semakin banyak orang yang menolak, maka DPR akan berpikir ulang untuk mengesahkan RUU Pilkada ini," tegas Selly.

Seperti diketahui, RUU Pilkada akan disahkan pada RapatParipurna DPR RI, Kamis (25/09/2014) mendatang. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,