KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Suap Jaksa Kejari Yogyakarta

KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Suap Jaksa Kejari Yogyakarta

Dirut PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana. (foto - ist)

Jakarta - KPK  resmi  menahan  dua  tersangka  terkait  kasus  suap  proyek di  Dinas PUPKP  Yogyakarta, yakni Jaksa Kejari Yogyakarta Eka Safitra dan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana, Selasa (20/8/2019) malam.
 
Eka Safitra dan Gabriella Yuan Ana, keduanya  keluar dari ruang pemeriksaan yang sudah mengenakan rompi tahanan KPK dengan kedua tangan diborgol. Eka Safitra keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 23.28 WIB di gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
 
Sedangkan tersangka lainnya Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana selaku penyuap terlebih dahulu keluar dari pemeriksaan. Yuan Ana juga memakai rompi orange dengan tangan diborgol.
 
Ketika keluar ruang pemeriksaan, Gabriella dan Eka hanya bungkam saat ditanya awak media. Keduanya menunduk langsung menuju mobil tahanan. Menurut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Gabriella dan Eka ditahan di rutan yang berbeda.

"Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 2 orang tersangka dalam penyidikan kasus suap, terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019," katanya.
 
 
Jaksa Kejari Yogyakarta Eka Safitra.
 
Yakni ESF (Eka Saiftra) ditahan di Rutan Cabang KPK (C1), sedangkan GYA (Gabriella Yuan Ana) ditahan di Rutan Cabang KPK (K4). Dalam kasus itu, total ada 3 orang tersangka, yakni Jaksa Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono sebagai penerima gratifikasi, serta Gabriella Yuan Ana.

Kasus gratifikasi itu terkait dengan lelang pekerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo Yogyakarta, dengan pagu anggaran Rp 10,89 miliar. Proyek infrastruktur itu dikawal tim TP4D dari Kejari Yogyakarta, yang salah satu anggotanya adalah Eka Safitra dari Kejari Yogyakarta.

Diduga, Eka Safitri dan Jaksa Satriawan membantu Dirut PT Manira Arta Rama Mandiri Gabriella untuk mengikuti lelang proyek di Dinas PUPKP. Dari bantuan itu, Eka dan Satriawan mendapat fee Rp 100,870 juta pada 15 Juni 2019, dan Rp 110,870 juta pada 19 Agustus. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,