Protes RUU Ekstradisi, Mahasiswa Hongkong Boikot Kuliah

Protes RUU Ekstradisi, Mahasiswa Hongkong Boikot Kuliah

Protes RUU Ekstradisi berlanjut, mahasiswa Hongkong boikot perkuliahan. (foto - @varsitycuhk)

Hongkong - Kalangan mahasiswa  Hongkong memboikot  perkuliahan  selama  dua  minggu.  Para  mahasiswa  tersebut diminta untuk tetap berada di jalanan, guna memprotes rancangan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi ke otoritas Cina.
 
"Dua minggu seharusnya cukup bagi pemerintah untuk benar-benar memikirkan bagaimana untuk merespons," kata Presiden Persatuan Pelajar Universitas Hongkong Davin Wong.
 
Dilansir AFP, Jumat (23/8/2019) menurutnya, boikot perkuliahan akan dimulai pada semester baru, yakni 2-13 September. Davin optimis, banyak mahasiswa yang akan bergabung, dan diharapkan bisa menarik lebih banyak lagi massa. "Karena situasinya kian intens, kami percaya situasi sosial akan membawa lebih banyak siswa ke dalam aksi boikot," katanya.
 
Unjuk rasa besar-besaran di Hongkong sejak beberapa pekan terakhir bermula sebagai protes atas rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial. Sebab pengaturan ekstradisi tersangka kriminal ke Cina, kini meluas menjadi gerakan menuntut reformasi demokrasi.
 
 
(foto - Associated Press)
 
 
Sebelumnya, otoritas Taiwan menawarkan suaka untuk warga Hongkong yang terancam diadili karena terlibat dalam unjuk rasa anti-pemerintah. Tawaran dari Taiwan itu dikecam keras oleh Cina, yang meminta pemimpin Taiwan 'berhenti mencampuri' urusan Hongkong.
 
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, bulan lalu menyatakan dukungan dengan menawarkan suaka untuk sejumlah demonstran Hongkong, yang terus menggelar protes menuntut dicabutnya rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi dan menuntut reformasi demokrasi.
 
Menanggapi hal itu, juru bicara kabinet Cina pada Kantor Urusan Taiwan Ma Xiaoguang melontarkan peringatan untuk Taiwan. "Berhenti merusak penegakan hukum di Wilayah Administratif Khusus Hongkong, berhenti mencampuri urusan Hongkong dan berhenti memanjakan pelaku kriminal," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,