Kasus Suap Jaksa, KPK Geledah Kantor PT Widoro Kandang Solo

Kasus Suap Jaksa, KPK Geledah Kantor PT Widoro Kandang Solo

Kantor PT Widoro Kandang Solo digeledah KPK. (foto - ist)

Solo - Beberapa nama perusahaan terungkap dalam kasus dugaan suap lelang pekerjaan rehabilitasi saluran air hujan Kota Yogyakarta. KPK bergerak cepat dengan melakukan penggeledahan di kantor perusahaan itu. 

Selain PT Manira Arta Mandiri (MAM) yang lebih dahulu digeledah, KPK pun menggeledah kantor PT Widoro Kandang Solo (WKS). PT WKS adalah perusahaan yang digunakan tersangka penyuap jaksa, Gabriella Yuan Ana Kusuma, mengikuti lelang proyek saluran air hujan Pemkot Yogyakarta.
 
PT WKS menang lelang dengan nilai kontrak Rp 8,3 miliar dari pagu anggaran Rp 10,8 miliar. Namun demikian, sebagai pelaksana proyek PT MAM yang dipimpin oleh tersangka.
 
Perusahaan tersebut beralamat sama dengan PT Kusuma Tjandra Contractor yang dipimpin suami Ana, yakni di Jalan Mawar Timur II Baturan Colomadu Karanganyar. Awalnya KPK menggeledah kantor PT MAM. pada Rabu 21 Agustus malam.
 
Namun keesokan harinya, KPK juga menggeledah kantor PT WKS di Jalan Ir. Sutami Jebres Solo. Menurut warga sekitar kantor PT WKS, penggeledahan dilakukan Kamis 22 Agustus sekitar pukul 10.00 WIB.
 
Selain petugas KPK, sejumlah polisi bersenjata laras panjang ikut mengamankan lokasi. "Ada dua mobil hitam dan beberapa mobil polisi. Saat itu kantor buka seperti biasa, ada karyawannya sedang bekerja," kata warga, Jumat (23/8/2019).

Dalam penggeledahan tersebut, KPK terlihat keluar membawa empat koper. Mereka dua kali keluar masuk kantor PT WKS. "Pertama pukul 10.00 bawa dua koper hitam dan cokelat, lalu pukul 14.00 WIB bawa dua koper lagi warga hitam," katanya.

Sementara itu, karyawan di dalam kantor PT WKS tidak banyak berkomentar terkait penggeledahan KPK. Karyawan di kantor itu tetap beraktivitas seperti biasa.

Dalam Seperti diketahui, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni jaksa Eka Safitra dari Kejari Yogyakarta dan jaksa Satriawan Sulaksono dari Kejari Surakarta. Satu orang tersangka lainnya Gabriella Yuan Ana Kusuma. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,