Posting Demo Hongkong, Pramugari Cathay Pacific Dipecat

Posting Demo Hongkong, Pramugari Cathay Pacific Dipecat

Pramugari Cathay Pacific dipecat karena memposting soal demo Hongkong. (foto - CNN)

Hongkong - Salah  seorang  pramugari  Maskapai  Cathay  Pacific  dipecat karena  postingan  Facebook yang membahas krisis politik Hongkong. Hal itu menambah kekhawatiran upaya Cina dalam 'membersihkan' para pendukung pro-demokrasi di perusahaan besar Hongkong saat unjuk rasa antipemerintah berlanjut. 

Dilansir AFP, Jumat (23/8/2019) Cathay Pacific yang berkantor di Hongkong dituduh tunduk pada tekanan politik dan komersial dari Cina daratan. Yakni dengan memecat sejumlah pegawai dalam beberapa pekan terakhir, karena dukungan mereka pada unjuk rasa antipemerintah. 

Otoritas penerbangan sipil Cina memerintahkan Cathay Pacific untuk menghentikan para pendukung pro-demokrasi, di antara 27 ribu stafnya untuk menjalankan tugas dari dan ke Cina. Hal itu setelah aksi mogok kerja menyelimuti maskapai itu, sebagai solidaritas untuk unjuk rasa antipemerintah. 
 
Pada Jumat ini, seorang pramugari Cathay Pacific bernama Rebecca Sy yang bekerja untuk anak perusahaan Cathay Dragon, menyatakan dirinya diberhentikan tanpa alasan jelas. Rebecca Sy yang juga seorang pemimpin serikat pekerja, menyebut dirinya tiba-tiba dibebaskan dari giliran terbang ke Cina, dan secara mendadak diberhentikan keesokan harinya pada 21 Agustus.

Sementara pihak manajemen Cathay Pacific hanya menunjukkan postingan Facebook milik Rebecca Sy, yang membahas soal situasi politik Hongkong. Rebecca Sy menyatakan, dirinya tidak diberitahu alasan resmi yang mendasari pemberhentiannya.

 
Rebecca Sy. (foto - channelnewsasia)
 
 
"Jawaban yang saya dapat 'Saya tidak bisa memberitahu Anda kenapa'. Ini hal yang tidak bisa saya terima," sebut Rebecca Sy sambil berlinangan air mata. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut soal konten postingan Facebooknya, yang dipermasalahkan oleh Cathay Pacific. 

"Ini bukan hanya soal pemberhentian saya. Kita tidak ingin kehilangan Cathay, maskapai lokal Hongkong dan pesannya soal nilai sejati dari Hongkong," sebutnya.  "Semua kolega saya ketakutan karena 'teror putih' itu," imbuh Rebecca Sy, merujuk pada tekanan Cina daratan kepada Hongkong.

Tekanan yang diberikan otoritas Cina membuat saham Cathay Pacific anjlok, dan memicu kekhawatiran di kalangan bisnis Hongkong. Sejauh ini, sudah empat pegawai Cathay Pacific termasuk dua pilot yang dipecat, terkait unjuk rasa antipemerintah. 

Dalam pernyataannya, direktur urusan korporasi Cathay Pacific James Tong, tidak menyinggung soal pemecatan Rebecca Sy. "Beberapa pekan terakhir merupakan masa paling penuh tantangan untuk seluruh pegawai kami," katanya.
 
"Kami merupakan maskapai internasional terkemuka. Oleh karena itu kami perlu mematuhi semua hukum dan aturan yang berlaku dalam yurisdiksi di mana kami beroperasi," tegas James Tong. 

Cathay Pacific menjadi fokus tekanan Cina setelah beberapa staf maskapai itu kedapatan ikut serta dalam unjuk rasa pro-demokrasi. Termasuk serikat pekerja yang mewakili para pramugari maskapai itu. 
 
Pada 16 Agustus lalu CEO Cathay Pacific, Rupert Hogg tiba-tiba mengundurkan diri saat tagar  #boycottcathaypacificairline menggema di Twitter. (Jr.)**
 

 

.

Categories:Internasional,
Tags:,