AS Melaporkan Kematian Akibat Penyakit Paru Terkait Vape

AS Melaporkan Kematian Akibat Penyakit Paru Terkait Vape

AS laporkan kematian pertama karena penyakit paru terkait vape. (foto - The Guardian)

Illionis - Vape  (rokok  elektrik)  banyak  dipromosikan  sebagai  alternatif  yang dipandang lebih  "aman"  ketimbang rokok biasa. Namun, beberapa studi mulai melihat vape juga bisa memiliki dampak negatif, yang tidak kalah berbahaya bagi kesehatan.

Di Amerika Serikat, otoritas kesehatan setempat tengah menginvestigasi kemunculan penyakit par-paru misterius di kalangan pengguna vape. Dilaporkan, sedikitnya ada 193 kasus potensial penyakit paru-paru di 22 negara bagian, disebut kemungkinan karena vape.

Dilansir BBC, Dinas Kesehatan Illinois pada Jumat (23/8/2019) mengumumkan ada satu pasien yang akhirnya meninggal dunia. Kasus itu kemungkinan jadi kasus pertama kematian akibat penyakit berkaitan dengan vape.
 
"Kami sedih mendengar kematian pertama terkait wabah penyakit paru-paru parah pada mereka yang menggunakan rokok elektrik," kata Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield.
 
"Kematian tragis yang terjadi di Illinois Amerikan Serikat tersebut semakin memperkuat risiko serius, yang bisa berkaitan dengan pemakaian produk vape (rokok elektrik)," lanjutnya.

Sejauh ini, investigasi itu sendiri masih terus berlanjut. CDC mengimbau agar para dokter mengumpulkan data dan sampel jika menemukan pasien dengan gejala penyakit paru-paru serupa. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,