Mahasiswa Berbagi Konsep Olah Limbah di SCG ASEAN Camp

Mahasiswa Berbagi Konsep Olah Limbah di SCG ASEAN Camp

Para peserta Siam Cement Group (SCG) ASEAN Camp 2019 di Bangkok Thailand. (foto - ist)

Bandung - Delapan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung menjadi bagian dari 73 pelajar, yang mengikuti program "Siam Cement Group (SCG) ASEAN Camp 2019" di Bangkok Thailand, pada 22-26 Agustus 2019.

ASEAN Camp menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan meningkatkan pengetahuan serta  pengalaman, untuk bekal masa depan para mahasiswa penerima beasiswa Sharing the Dream dari SCG. Peserta SCG ASEAN Camp berasal dari tujuh negara dengan total 73 mahasiswa, sepuluh di antaranya berasal dari Indonesia.

Country Director SCG Indonesia, Anusorn Potchanabanpot menyatakan, ASEAN Camp lanjutan dari program CSR unggulan SCG, yakni beasiswa Sharing the Dream. Untuk tingkat perguruan tinggi, beasiswa itu telah diberikan sejak tahun 2018 kepada 20 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, dan sepuluh di antaranya menjadi peserta ASEAN Camp.

"ASEAN Camp diharapkan dapat melengkapi generasi muda Indonesia dengan ilmu pengetahuan dan mengasah jiwa kepemimpinan, networking serta nilai-nilai yang penting dan berguna untuk bekal karir di masa depan," kata Anusorn dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, para peserta ASEAN Camp diharuskan memiliki sebuah proyek berkelompok seputar waste management, yang berkaitan dengan ekonomi sirkular. Proyek dipresentasikan di hadapan peserta dari sejumlah negara lain, pada hari terakhir rangkaian ASEAN Camp.
Pengolahan limbah tekstil dan daur ulang pakaian bekas, menjadi proyek yang diiniasi oleh kelompok mahasiswa asal Indonesia yang diberi nama Retote Project.

Afyan Cholil Asyari, salah seorang peserta ASEAN Camp asal Indonesia menyatakan, proyek waste management yang dilakukannya bertemakan pencemaran Sungai Citarum. Lokasinya berada di Desa Padasuka Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung. 

"Kami menemukan banyak limbah tekstil, berupa kain perca yang dibuang ke sungai Citarum dan tentu saja mencemari lingkungan. Kami coba mengajak warga sekitar untuk mengolah limbah itu, ditambah dengan bahan dari pakaian yang sudah tak terpakai menjadi aneka kreasi," sebutnya.

Afyan mengemukakan, nantinya hasil kreasi tersebut akan dijual baik secara offline maupun online, dan menjadi tambahan penghasilan bagi warga. "Di situlah konsep ekonomi sirkular kami terapkan," katanya.

Selain dari Indonesia, peserta ASEAN Camp berasal dari negara-negara tempat SCG beroperasi, yakni Vietnam, Myanmar, Kamboja, Filipina, Laos dan Thailand. Dalam lima hari rangkaian ASEAN Camp, para peserta juga diajak berkunjung ke lokasi pabrik SCG, menengok komunitas binaan SCG serta mengikuti sesi inspirasi dan workshop kepemimpinan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,