Menez Bawa Milan Ungguli Udinese

Menez Bawa Milan Ungguli Udinese

Menez Bawa Milan Ungguli Udinese

Milan - Jeremy Menez mencetak dua gol pada babak kedua untuk membawa timnya menang 2-0 atas Udinese, ketika AC Milan mencatatkan kemenangan pertama mereka dari enam pertandingan untuk naik ke peringkat kelima di klasemen Liga Italia pada Senin (1/12/2014).
 
Juventus menjamu Torino pada pertandingam tim sekota mereka Minggu malam, sambil berusaha setidaknya menjaga keunggulan tiga angka atas AS Roma, yang menjamu Inter Milan di Stadion Olimpico pada pertandingan yang dimainkan paling akhir.
 
Pada medan pertempuran San Siro yang familiar untuk pelatih Andrea Stramaccioni, yang sebelumnya melatih Inter, Udinese berupaya memberikan kekalahan ke-14 bagi Milan sepanjang 79 pertandingan antara kedua tim.
 
Namun reputasi Udinese sebagai tim yang kesulitan menampilkan permainan terbaik saat bermain tandang selayaknya saat tampil di kandang sendiri menghantui mereka, ketika kedua tim menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Maurizio Domizzi dan Michael Essien diusir keluar lapangan pada fase akhir babak kedua.
 
Dikeluarkannya Domizzi menyusul pelanggarannya terhadap Keisuke Honda, yang membuat tuan rumah mendapat penalti saat pertandingan memasuki menit ke-60.
 
Menez mengecoh Orestis Karnezis untuk membukukan gol liga keenamnya musim ini pada menit ke-65, dan kemudian menaklukkan sang kiper dari permainan terbuka sepuluh menit berselang untuk mengunci kemenangan.
 
Sebelum itu, Milan menyia-nyiakan sejumlah peluang untuk memastikan kemenangan mereka, di mana Stephan El Shaarawy gagal menaklukkan Karnezis yang menggagalkan peluang dengan tumitnya, sedangkan Menez dan Honda juga membuang peluang untuk memecahkan kebuntuan.
 
Milan gagal mencetak gol pembuka ketika sundulan Adil Rami dari tendangan sudut dapat dihalau Karnezis, meski tayangan ulang televisi memperlihatkan bahwa bola telah melewati garis gawang.
 
Banyak hal positif Ketua klub Adriano Galliani mengatakan Milan akan menekan untuk diterapkannya "teknologi garis gawang" agar di masa yang akan datang insiden-insiden seperti itu bisa dicegah.
 
Sementara itu, pelatih Milan Filippo Inzaghi, mengatakan tuan rumah akan meraih kemenangan apapun caranya.
 
"Itu adalah permainan terbaik kami musim ini. Kami memberikan penampilan hebat kepada para penggemar dan terdapat banyak hal positif untuk diambil hari ini," kata Inzaghi kepada Sky Sport.
 
"Hari ini saya meminta jenis penampilan yang sama seperti saat kami melawan Sampdoria (2-2) dan Inter (1-1), dan sebelum awal babak kedua saya kembali menegaskan hal itu." "Kami berada di jalur yang tepat," tambah Inzaghi, yang menepis dugaan bahwa wasit keliru terkait keputusan penalti dan diusirnya Domizzi.
 
"Saya tidak berpikir hal itu mempengaruhi pertandingan. Kami mendominasi dari awal sampai akhir." Stramaccioni tidak setuju, dengan berkata, "Kami semestinya mendapat penalti ketika (Emmanuel) Badu dilanggar, kemudian datanglah insiden yang menentukan pertandingan." "Tidak begitu banyak untuk penalti, lebih banyak untuk pengusiran Domizzi. Saya tidak berpikir bahwa apa yang ia lakukan terhadap Honda layak dihukum dengan penalti." "Namun kami harus membalik halaman, dan memikirkan mengenai pertandingan kami berikutnya," tambah Stramaccioni, yang akan mengunjungi San Siro pada pekan depan untuk menghadapi bekas klubnya Inter.
 
Ia menambahi, "Klub saya adalah Udinese, namun Inter akan selalu memiliki tempat kecil dalam hati saya." Di tempat lain, tim kejutan Genoa naik untuk sementara ke peringkat ketiga berkat kemenangan 3-0 atas Cesena, yang tertinggal 0-2 dalam rentang waktu tujuh menit dan harus kemasukan gol bunuh diri Massimo Volta pada babak kedua untuk menambahi penderitaan mereka. (AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,