Bupati Talaud Segera Diadili terkait Suap Barang dan Jasa

Bupati Talaud Segera Diadili terkait Suap Barang dan Jasa

Bupati nonaktif Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip?. (foto - ist)

Jakarta - Bupati nonaktif Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip‎ (SWM) segera diadili, terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa. Berkas penyidikan Sri Wahyumi dinyatakan rampung, dan diserahkan ke tahap penuntutan.
 
Selain Sri Wahyumi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melimpahkan berkas penyidikan Benhur Lalenoh (BNL) ke tahap penuntutan. Dalam waktu dekat, Benhur juga akan segera disidang.
 
"Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara ke penuntutan tahap dua," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (27/8/2019).
 
Tim Jaksa penuntut umum pada KPK mempunyai 14 hari masa kerja untuk merampungkan surat dak‎waan keduanya, sebelum nantinya digelar persidangan perdana. Rencananya, Sri Wahyumi dan Benhur akan disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
 
"Rencana sidang akan dilakukan di PN Jakarta Pusat," katanya. Dalam perkara ini, Sri Wahyumi bersama tim suksesnya Benhur Lalenoh dan pengusaha Bernard Hanafi Kalalo, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Talaud TA 2019.
 
Sri Wahyumi dan Benhur selaku penerima sementara Bernard pemberi suap. Diduga, Sri Wahyumi meminta Benhur mencarikan kontraktor yang bersedia menggarap proyek di Pemkab Talaud dengan catatan mau memberikan fee 10 pesen. Benhur lalu menawarkan Bernard untuk menggarap proyek tersebut.
 
Sebagai imbalan, Bernard memberikan fee 10 persen dalam bentuk barang mewah sesuai permintaan Sri Wahyumi. Sejumlah barang mewah yakni handbag Chanel senilai Rp 97.360.000, tas Balenciaga bernilai Rp 32.995.00 dan jam tangan Rolex Rp 224.500.000.
 
Selain itu, anting berlian Adelle bernilai Rp 32.075.000 dan cincin berlian Rp 76.925.000. Terakhir uang tunai sebesar Rp 50.000.000. Suap diduga terkait dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Talaud, yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo.
 
Diduga, ada proyek lain yang dibicarakan oleh ketiga orang itu. Sri Wahyumi dan Benhur disangkakan Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara Bernard selaku penyuap dijerat Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,