Aulia Kesuma Otak Bunuh suami-anak terlilit Utang Rp 10 M

Aulia Kesuma Otak Bunuh suami-anak terlilit Utang Rp 10 M

Petugas menggiring Aulia Kesuma di Mapolres Sukabumi. (foto - ist)

Sukabumi - Aulia  Kesuma  terlilit  utang  ke  sejumlah  bank  yang  nilainya  mencapai  miliaran  rupiah.  Ia nekat menyewa empat pembunuh bayaran (eksekutor) untuk menghabisi nyawa suaminya Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23).
 
Dengan cara itu, ia berharap menguasai warisan harta benda milik suaminya demi melunasi utang-utangnya. "Ia punya utang ke dua bank Rp 7 miliar. Lalu Rp 2,5 miliar atas nama dia dan suaminya. Terakhir utang kredit Rp 500 juta, sehingga total utangnya Rp 10 miliar. Uang pinjaman itu untuk buka usaha, tapi gagal," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Mapolres Sukabumi, Rabu (28/8/2019).

Akibat terjerat banyak utang, Aulia diharuskan membayar Rp 200 juta setiap bulan. Merasa terdesak melunasi utang tersebut, Aulia pun meminta kepada suaminya untuk menjual aset. "Tersangka meminta suaminya agar jual rumah namun ditolak oleh suaminya, karena rumah yang ditempati merupakan rumah warisan. Selain itu ada penolakan juga dari Dana," katanya.

Lantaran mendapat penolakan, Aulia merencanakan menghabisi nyawa suami dan anak tirinya itu. Ia pun kemudian mengontak mantan pembantunya untuk menyewa pembunuh bayaran.

Terkait kasus itu, polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain KTP milik tersangka Geovanni Kelvin (24), selimut berbau bahan bakar, potongan SIM milik korban Edi Chandra, satu kotak handphone, satu buah penjepit dan satu gunting.

Aulia menyewa jasa eksekutor untuk membunuh Pupung dan Dana. Pencarian empat eksekutor itu dilakukan oleh tersangka Geovanni Kelvin, pemuda yang diakui Aulia sebagai anak. Empat eksekutor itu dijanjikan Rp 500 juta, setelah menjalankan misi kejinya. Sejauh ini, polisi telah menangkap dua eksekutor.
 
Berkaitan dengan kasus itu, status hubungan Aulia Kesuma dan tersangka Geovanni Kelvin akhirnya terungkap. Di hadapan polisi, Aulia mengaku pada KTP-nya salah tahun kelahiran dan menegaskan, Kelvin anak kandungnya.

Kelvin sendiri terlibat kasus itu lantaran berperan membakar mobil berisi mayat ayah-anak tersebut di Cidahu Sukabumi. "Saat menikah (dengan korban) ada kesalahan pencatatan di KTP. Harusnya saya lahir tahun 1974, tapi entah kenapa jadi 1984," aku Aulia di Mapolres Sukabumi.
 
Mengenai perbedaan umur antara Aulia dan Kelvin pun mengundang perhatian publik. Dengan usia berdasar KTP, Aulia hanya terpaut perbedaan usia 10 tahun dengan Kelvin. Mengetahui kesalahan tahun lahir itu, Aulia pun tidak mengoreksi.
 
"Kelvin anak kandung saya dari suami yang sebelumnya, mantan suami saya juga masih ada," kata Aulia. Awalnya Aulia lancar memberikan keterangan kepada petugas. Namun saat wartawan bertanya, Aulia lebih memilih diam dan mulai menangis. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,