4 Orang Selundupkan 5.571 Ponsel Asal Cina Ditangkap

4 Orang Selundupkan 5.571 Ponsel Asal Cina Ditangkap

Polda Metro Jaya ungkap penyelundupan ponsel ilegal asal Cina. (foto - ant)

Jakarta - Sub Direktorat I Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap empat orang tersangka kasus penyelundupan 5.571 unit ponsel ilegal asal Cina dari berbagai merek.

"Ada empat tersangka yang sudah disidik oleh Reskrimsus. Saya sudah perintahkan kepada Dirreskrimsus dan jajarannya, termasuk polres untuk sikat habis para penyelundup," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Kamis (29/8/2019).

Menurutnya, tersangka pertama FT alias AMG (40 ) yang berperan perintahkan orang memasukkan ponsel selundupan dari Cina ke Indonesia melalui Singapura. Diketahui, FT sudah sekitar 15 tahun terlibat dalam kegiatan itu.

Lalu tersangka AD (59) dan YC (36) diketahui sudah satu tahun terlibat sebagai penjual ponsel selundupan secara daring. Terakhir TCK (29) yang diketahui terlibat dalam kegiatan itu selama satu tahun terakhir, berperan mendaur ulang ponsel bekas dan menjualnya secara daring.

Gatot menjelaskan, pihaknya tidak akan ragu bertindak tegas jika ada oknum yang terlibat dalam tindak pidana penyelundupan itu. "Saya tekankan kalau ada oknum yang terlibat sikat. Kenakan mereka TPPU (tindak pidana pencucian uang) dan miskinkan mereka, sehingga uang itu masuk ke negara," katanya.

Ia mengatakan, jajarannya tidak akan berhenti sampai di sini, namun akan terus melanjutkan operasi pemberantasan tindak pidana penyelundupan tersebut.

Kasie konsultasi dir pemberdayaan konsumen Kementerian Perdagangan, Ephraim Caraen mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk membongkar kasus penyelundupan serupa.

Ia mengatakan, distributor ponsel selundupan dipastikan telah melanggar sejumlah peraturan, terutama tanpa memenuhi persyaratan untuk ponsel yang diperjualbelikan di Indonesia. "Pertama terkait kewajiban untuk memenuhi standar telepon seluler yang tidak dipenuhi. Lalu terkait kewajiban pencantuman label dan juga petunjuk penggunaan dan kartu garansi berbahasa Indonesia," katanya.

Ponsel selundupan yang disita petugas dari berbagai merek antara lain Apple, Xiaomi, Samsung, Sony, Verizone, Motorola, Sony Ericsson, Nuu N4L, Sharp, Arau, TapDocomo, LTV, Hanom, Goms, Osmo, Nokia dan Oppo. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,