Hongkong Membara Api Berkobar, Gas Air Mata dan Molotov

Hongkong Membara Api Berkobar, Gas Air Mata dan Molotov

Para demonstran Hongkong lemparkan bom molotov. (foto - Associated Press)

Hongkong - Aksi  para  demonstran di  Hongkong  makin  brutal,  situasi  pun  semakin  mencekam. Kobaran api membara di sejumlah wilayah disertai lemparan bom molotov yang dilemparkan para demonstran berseliweran.
 
Meski begitu, pihak kepolisian bertindak tegas dalam menangani aksi para demonstran, khususnya mereka yang hendak membakar benda-benda dan melempar bom molotov di sembarang tempat. 

Dilansir AFP, Minggu (1/9/2019) Hongkong benar-benar berada dalam situasi kacau. Kobaran api, gas air mata dan bom molotov berseliweran dan menyala di mana-mana, pada Sabtu malam waktu setempat.

 
Petugas tembakkan gas air mata kepada kerumunan demonstran. (foto - Reuters)
 
Puluhan ribu demonstran yang mengenakan payung warna-warni sudah melancarkan aksi sejak siang hari. Mereka meneriakkan yel-yel 'rebut kembali Hongkong, revolusi era kita'. Jelang malam, rangkaian aksi kekerasan mulai terjadi di pusat bisnis kota.
 
Kelompok minoritas demonstran yang bersikap keras (hardcore) melepaskan bom molotov dan batu ke arah polisi antihuru-hara. Asap hitam pun membumbung dari kobaran api yang besar, yang disulut oleh pengunjuk rasa bertopeng di jalan raya.
 
Lokasinya berada di dekat markas polisi pusat Hongkong. Polisi Hongkong menyatakan, 'para pengunjuk rasa radikal' melemparkan 'bahan korosif dan bom bensin' ke sejumlah kantor. "Ini menyebabkan ancaman serius untuk setiap orang," kata polisi.
 
 
Api berkobar di mana-mana di seputar Hongkong. (foto - Reuters)

Sementara itu, sebagian polisi menyamar dengan berpakaian layaknya demonstran. Mereka berhasil menangkap sejumlah pengunjuk rasa, aksi saling kejar-kejaran pun terjadi di pusat kota.

Salah seorang demonstran berusia 19 tahun, Ryan membutuhkan bantuan pertolongan pertama setelah terkena terjangan peluru karet. "Saya masih baik-baik saja, dan sepertinya saya akan lanjut berjuang malam ini," katanya.

Demonstrasi berlangsung berkisar pada isu usaha pemerintahan Hongkong yang didukung Beijing, berusaha meloloskan undang-undang yang akan memperbolehkan ekstradisi ke Republik Rakyat Cina. Para demonstran kontan menolaknya. (Jr.)**
 
 
Para wisatawan di bandara Hongkong disambut aksi demonstrasi. (foto - AFP)
.

Categories:Internasional,
Tags:,