Dokter dan Perawat Mogok Kerja Dukung Demonstran Hongkong

Dokter dan Perawat Mogok Kerja Dukung Demonstran Hongkong

Dokter dan Perawat Mogok Kerja Dukung Demonstran Hongkong. (foto - AFP)

Hongkong - Berbagai kalangan turut mendukung aksi protes yang masih terus berlangsung di Hongkong, pada Selasa 3 September 2019.
 
Sejumlah staf medis Rumah Sakit Queen Marry pun memegang poster saat mereka membentuk rantai manusia di jam istirahat makan siang, untuk mengekspresikan solidaritas dengan para demonstran anti-RUU ekstradisi.
 
Dilansir CNN, Rabu (4/9/2019) ribuan siswa sekolah di Hongkong pun memboikot hari pertama sekolah mereka, memasuki tahun ajaran baru dengan ikut berunjuk rasa. Siswa yang ikut dalam aksi diperkirakan mencapai 10.000 siswa, dari sekitar 200 sekolah menengah dan tinggi.
 
Di pagi hari murid dari perguruan tinggi swasta elit dan sekolah menengah pemerintah bergandengan tangan di sekitar area kampus mereka, meski cuaca sedang dilanda badai.
 
Di Universitas Queen's, salah satu sekolah paling tua dan bergengsi di Hong Kong, siswa berunjuk rasa menyerukan "Bebaskan Hong Kong, revolusi zaman kita!" sebelum menyanyikan lagu sekolah.
 
Sementara itu, di Universitas Cina, para siswa bersiap untuk memboikot kelas mereka, sebagai respons atas permintaan pihak universitas untuk membatalkan tindakan mereka karena khawatir terjadi kerusuhan.
 
Mahasiswa di Universitas St. Francis 'Canossian, almamater pemimpin Hongkong Carrie Lam pun berlutut di tengah hujan, dan membawa spanduk menyerukan pihak kampus mengabulkan tuntutan demonstran.
 
Krisis politik telah berlangsung di Hongkong selama hampir 13 pekan, warga protes sebagai bentuk penolakan terhadap RUU ekstradisi yang telah meluas. Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai, kini harus dipenuhi dengan aksi bentrok yang memanas antara pihak kepolisian dan demonstran. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,