14 WNI Korban Kasus 'Pengantin Pesanan' Cina Dipulangkan

14 WNI Korban Kasus 'Pengantin Pesanan' Cina Dipulangkan

Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu RI Andri Hadi menerima 14 WNI korban pengantin pesanan di Cina yang dipulangkan ke tanah air. (foto - Kemenlu)

Jakarta - Sedikitnya 14 warga negara  Indonesia  (WNI)  yang  menjadi  korban  kasus  "pengantin pesanan" di Cina berhasil dipulangkan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI).
 
Ke-14 WNI tersebut dipulangkan dengan pendampingan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Beijing, tiba di Jakarta, pada Senin 2 September 2019. Para korban berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat.
 
Kasus "pengantin pesanan" belakangan ini marak terjadi melalui perantaraan agen perjodohan. Permasalahan muncul ketika agen perjodohan menggunakan modus penipuan untuk meyakinkan para pasangan.
 
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi telah mengangkat isu tersebut dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada 30 Juli 2019 lalu.
 
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno meminta bantuan Pemerintah RRT agar kasus korban "pengantin pesanan" tersebut dapat diselesaikan secara bersama-sama, guna dapat dicegah di masa mendatang. Pemerintah Indonesia menyatakan apresiasi kepada Pemerintah RRT, yang telah menanggapi permintaan kerja sama tersebut secara positif.
 
Ke-14 WNI itu diterima Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Andri Hadi di Kantor Kemenlu, Pejambon Jakarta Pusat, sebelum mereka diserahterimakan kepada Bareskrim Polri dan Kementerian Sosial untuk penanganan lebih lanjut di dalam negeri.
 
"Proses pemulangan tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam perlindungan warganya, sekaligus buah kerja sama yang erat dari berbagai pihak," tegas Andri Hadi dalam sambutan penerimaannya.
 
Para WNI juga diimbau agar lebih berhati hati dalam melakukan pernikahan dengan warga asing. Mengenal calon pasangan terlebih dahulu, tidak terbujuk janji-janji ekonomi dan mengikuti prosedur pernikahan dengan benar, merupakan langkah pencegahan yang paling efektif. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,