Pemimpin Hongkong umumkan Pencabutan RUU Ekstradisi

Pemimpin Hongkong umumkan Pencabutan RUU Ekstradisi

Warga menyimak pernyataan pemimpin Hongkong yang akan mencabut RUU Ekstradisi di televisi. (foto - Associated Press)

Hongkong - Pemimpin  Hongkong  Carrie  Lam  akhirnya  mengumumkan  bakal mencabut permanen RUU Ekstradisi yang telah memicu berbagai aksi demo selama tiga bulan terakhir hingga membuat kota itu jatuh ke dalam krisis.
 
Carrie Lam menyampaikan pengumuman pencabutan RUU ekstradisi ke Cina tersebut, dalam statemen resmi video yang dirilis lewat kantornya. "Pemerintah akan secara resmi mencabut RUU itu untuk sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran publik," kata Carrie Lam.
 
Dilansir AFP, Rabu (4/9/2019) dalam pesannya, Lam meminta para demonstran untuk meninggalkan kekerasan dan menempuh dialog dengan pemerintah. "Marilah kita gantikan konflik dengan pembicaraan dan marilah kita cari solusi," katanya.
 
"Kita harus menemukan cara untuk mengatasi ketidakpuasan dalam masyarakat, sekaligus mencari solusi," tegas lam.
 
Sementara itu, Kepolisian Hongkong telah menangkap sedikitnya 63 demonstran terkait aksi vandalisme dan aksi anarkis di dua stasiun kereta bawah tanah tersibuk di kota itu. Aksi itu terjadi setelah demonstran memblokir ruas jalan menuju bandara, yang berdampak pada terganggunya operasional bandara.
 
 
 
Pemimpin Hongkong Carrie Lam. (foto - Reuters)  
 
Seperti yang dilaporkan South China Morning Post, Inspektur Tsui Suk-yee dalam konferensi pers menyebut 63 demonstran telah ditangkap di stasiun Mass Transit Railway (MTR) Prince Edward dan stasiun MTR Mong Kok.
 
Mereka yang ditangkap yang terdiri dari 54 pria dan 9 perempuan, yang berusia antara 13 tahun hingga 36 tahun. Kedua stasiun yang ada di wilayah Kowloon itu ditutup untuk sementara sejak Minggu 1 September waktu setempat, setelah aksi vandalisme terjadi pada Sabtu.
 
Tsui menyatakan, orang-orang itu ditangkap atas tuduhan melakukan tindak pidana perusakan, kepemilikan senjata ofensif, berkumpul secara ilegal dan memiliki bahan peledak. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung dan kemungkinan penangkapan masih terjadi.
 
Ia menambahkan, seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun ditangkap setelah kedapatan membawa dua bom molotov dan dua pemantik api, di stasiun MTR Prince Edward. Sejauh ini, Kepolisian Hongkong tidak meminta maaf atas aksi kasar mereka saat mengamankan demonstran yang anarkis. (Jr.)**
 
 
 
Pernyataan Carrie Lam soal pencabutan RUU Ekstradisi disiarkan langsung oleh televisi di berbagai penjuru. (foto - Reuters)
.

Categories:Internasional,
Tags:,