Bagi-bagi Bunga di CFD Isyaratkan Penolakan revisi UU KPK

Bagi-bagi Bunga di CFD Isyaratkan Penolakan revisi UU KPK

Aksi pegawai KPK bagikan 1000 tangkai bunga di CFD Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat. (foto - ist)

Jakarta - Aksi  bagi - bagi  bunga  ke  masyarakat  digelar  Wadah  Pegawai  (WP)  Komisi  Pemberantasan  Korupsi  (KPK)  di Car Free Day Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Minggu (8/9). Aksi tersebut sebagai wujud penolakan terhadap wacana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) yang diajukan DPR.

Sejumlah pegawai KPK menyatakan, aksi itu merupakan pesan kepada Presiden Jokowi agar mau menolak revisi UU KPK. "Kita pesan kepada Presiden Joko Widodo untuk besok tidak merevisi undang-undang KPK dan tidak tanda tangan," katanya.

Menurutnya, jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu benar-benar menyetujui revisi UU KPK, kinerja lembaga antirasuah tidak lagi bisa optimal. "Bahaya, karena KPK benar-benar mati kalau Revisi UU KPK ditanda-tangani Jokowi," tegas salah seorang pegawai KPK Heni Mustika.

Selepas membagi-bagikan bunga, para pegawai KPK melakukan long march ke Gedung Merah Putih KPK yang berada di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan. Sejumlah karangan bunga pun tampak mengelilingi gedung lembaga antikorupsi tersebut.

Tampak pada karangan bunga tersebut terpampang tulisan "Pemberantasan Korupsi Mati Suri, Dimana Presiden Ku?". Sebab, revisi UU KPK dan masih adanya Capim KPK yang bermasalah dinilai dapat melemahkan kinerja KPK.

Seperti diketahui, sejumlah pihak telah menyatakan menolak revisi UU KPK usulan DPR. Pasalnya, adanya sejumlah poin yang dinilai akan melemahkan peran lembaga antirasuah. Mulai dari soal Dewan Pengawas KPK hingga kewenangan penghentian penyidikan dan penuntutan. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,