Lebih 100 Buruh Pabrik Boneka Sukabumi Keracunan Makanan

Lebih 100 Buruh Pabrik Boneka Sukabumi Keracunan Makanan

Korban keracunan makanan di Sukabumi dirawat di RS Alta dan Puskesmas Parungkuda. (foto - ant)

Sukabumi - Puluhan karyawan pabrik boneka PT Royal Puspita di Kabupaten Sukabumi mengalami keracunan, setelah menyantap makanan di warung dekat tempat bekerja, Selasa (10/9/2019). Mereka mengalami mual dan muntah hingga mendapat penanganan medis di Puskesmas Parungkuda dan RS Alta.

"Cuma makan ayam dan sayur nangka, warung itu langganan sudah lama. Terasa mual lalu muntah-muntah. Ternyata teman-teman lain juga mengalami hal yang sama," kata salah seorang karyawan Ahmad Jamaludin.

Saat menyantap makanan, Ahmad tidak merasakan hal yang aneh. Begitu juga dengan teman-teman lainnya. "Terasanya tidak lama, sesaat setelah makan memang agak terasa pusing," katanya.
 
Hal sama dialami karyawan lainnya. Ia menyantap makanan dari warung yang bersebelahan dengan gerbang pabrik. "Makanan itu kondisinya sudah terbungkus, ada berbagai menu ikan, ayam dan sayur nangka atau gudeg. Kita beli tinggal bawa dan makan di pabrik," katanya.

Ia mengaku, membeli ayam dan sayur nangka. Setelah makan siang memang belum merasakan gejala keracunan. "Pas salat Zuhur terasa mual lalu muntah-muntah pusing dan panas. Sebelumnya, nggak pernah kejadian seperti ini, itu warung langganan karyawan di sini," katanya.

Menurut Kapolsek Parungkuda Resor Sukabumi Kompol Maryono, ada seratusan karyawan yang dirawat secara terpisah. Tercatat 41 orang dirawat di RS Alta dan 70 lainnya dirawat di Puskesmas Parungkuda.

"Kita berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk fokus dulu ke penanganan korban keracunan. Info keseluruhan ada 111 karyawan yang terdampak keracunan, perusahaan juga sudah membuat laporan ke kita dan masih dalam penyelidikan," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,