Perempuan pemilik kafe tewas setengah Telanjang di Gresik

Perempuan pemilik kafe tewas setengah Telanjang di Gresik

Petugas evakuasi korban Nisa di dekat gasebo Kafe Penjara Kabupaten Gresik. (foto - ist)

Gresik  -  Seorang  perempuan  ditemukan  tewas  dengan  kondisi  setengah  telanjang  di  sebuah  kafe  yang  terletak  di Jalan Raya Cerme Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik Jatim, Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Diketahui, warga Dusun Ngering Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik yang menjadi korban dalam pembunuhan tersebut, ternyata seorang pengelola kafe tersebut, yakni "Kafe Penjara".

Perempuan bernama Hadryil Choirun Nisa'a (25) itu ditemukan dalam kondisi terlentang setengah telanjang di gasebo di area kafe. "Penemuan jenazah Nisa berawal dari laporan saksi mata di kafe tersebut," kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Rabu (11/9/2019).

Menurut Wahyu, polisi yang melakukan penyelidikan mendapat informasi bahwa Nisa dan rekannya masuk ke kafe sekitar pukul 18.30 WIB. Namun, setelah itu tampak yang keluar hanya rekan Nisa.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap Shalahuddin Al Ayyubi (24), warga Perum Banjarsari Asri Kelurahan Banjarsari Kecamatan Cerme Gresik. Pelaku mengaku membunuh Nisa untuk mengambil barang milik korban.

Hadryil Choirun Nisa'a (25). (foto - ist)

 

Diketahui, korban menjalankan bisnis sebuah kafe bernama Kafe Penjara, yang berada di Jalan Raya Cerme Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Nahas, di kafe itu pula ia meregang nyawa di tangan rekan usahanya, yang juga mengelola kafe itu berinisial SA (24).

Sementara itu, ibunda Nisa menyatakan jika putrinya itu janjian bertemu dengan rekannya yang juga pengelola kafe. Sehingga ia tidak curiga kalau putri tercintanya akan dibunuh.

"Tidak curiga apa-apa. Kabarnya ia akan mengembalikan hutang, kemudian janjian di kafe. Namun pada nyatanya Nisa dibunuh," kata ibundanya Nisa di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. Ibu korban juga mengaku sebelumnya tidak punya firasat apa-apa.

"Saya juga sebelumnya tidak punya firasat apa-apa. Firasat tidak enak baru ada ketika saya menghubungi dia lewat pesan WhatsApp, tetapi dia dibalas. Biasanya dia langsung membalas," tegasnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban dan pelaku memang sudah lama saling kenal, bahkan sejak masih anak-anak. Keduanya juga sempat berinteraksi saat menjalankan profesi masing-masing di kafe itu. "Jadi korban ini pernah jualan di kafe itu, dengan pelaku bekerja di kafe itu juga," katanya.

Atas perbuatan yang dilakukannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal mengenai pencurian dengan disertai kekerasan serta pembunuhan. (Jr.)**

Nisa (25) saat ditemukan di dekat gasebo Kafe Penjara di Kabupaten Gresik.

 

.

Categories:Nasional,
Tags:,