AS Larang Peredaran Sejumlah Vape, Korban Tewas 6 Orang

AS Larang Peredaran Sejumlah Vape, Korban Tewas 6 Orang

Pemerintah AS mulai melarang peredaran sejumlah vape. (foto - healthline)

Maryland - Kasus kematian terkait rokok elektrik (vape) di Amerika Serikat terus bertambah, yang hingga 11 September 2019 kasus kematian sudah 6 orang. Pemerintah AS pun mengambil tindakan tegas dalam masalah itu.

Dilansir Live Science, Pemerintah AS mengumumkan mereka berencana melarang penggunaan vape berasal dari buah beserta rasa mint dan mentol. Hanya rasa tembakau yang diperbolehkan beredar.

"Pemerintahan Trump memperjelas, kami bermaksud untuk membersihkan pasar rokok elektrik untuk membalikkan epidemi yang mendalam tentang penggunaan rokok oleh pemuda yang berdampak pada anak-anak, keluarga, sekolah dan masyarakat," kata Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Alex Azar.

Kebijakan itu akan diberlakukan dalam beberapa pekan ke depan, sejalan dengan penghapusan vape dengan beberapa rasa dalam waktu 30 hari. Selain itu, perusahaan yang mau memasarkan vape rasa tembakau harus mendaftarkan produknya ke Food and Drug Administration (FDA) yang berkantor pusat di Maryland, untuk mendapatkan izin edar.

Perusahaan vape harus membuktikan, produknya tidak membahayakan kesehatan jika digunakan oleh remaja. Jika tidak lolos, maka produk vape tersebut tidak diizinkan beredar di pasaran.

The Center for Disease Control and Prevention (CDC) yang bermarkas di Atlanta menyatakan, lebih 450 kasus penyakit paru terkait vape tengah diinvestigasi. Dari 58 kasus yang diperiksa melibatkan minyak THC (Tetrahydrocannabinol), salah satu kandungan dalam ganja. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,