4 WNI Korban Pengantin Pesanan Cina Pulang ke Indonesia

4 WNI Korban Pengantin Pesanan Cina Pulang ke Indonesia

Empat WNI korban pengantin pesanan dari Cina dipulangkan ke Indonesia. (foto - Kemenlu)

Jakarta - Kementerian  Luar  Negeri  Republik  Indonesia  kembali  memulangkan  empat  warga  negara  Indonesia  (WNI),  yang merupakan korban pengantin pesanan dari Cina yang berasal dari Kalimantan Barat dan Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan dari Kemlu.go.id, Selasa (17/9/2019) korban tersebut diserahterimakan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) pada 13 September 2019 lalu. Serah terima berlangsung di Gedung Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri.

Pelaksana Harian Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Winanto Adi langsung memimpin serah terima tersebut, dihadiri oleh pejabat dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Rumah Perlindungan/Trauma Center (RPTC) serta KBRI Beijing Cina.

Pemulangan WNI sudah dilakukan sejak 2 September, dan WNI yang berhasil dipulangkan oleh Kementerian Luar Negeri dan KBRI Beijing sebanyak 18 orang. Korban pengantin pesanan berasal dari wilayah RRT. Sebagian WNI yang dipulangkan, terindikasi sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Kasus pengantin pesanan telah ditangani oleh KBRI Beijing sejak tahun 2016, di mana pada periode 2018-2019 terjadi peningkatan jumlah kasus yang signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Ichsan Firdaus, selaku perwakilan dari KBRI Beijing Cina.

Kementerian Luar Negeri akan terus berkoordinasi dengan pihak Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Kemensos dan Polri dalam meningkatkan upaya penanganan dan pencegahan kasus pengantin pesanan.

Dalam hal pencegahan, hal-hal yang ditingkatkan antara lain pengetatan prosedur pemberian izin pernikahan campuran, legalisasi pernikahan campuran serta melakukan kegiatan Public Awareness Campaign (PAC). Hal itu terkait bahaya dan modus dari pengantin pesanan untuk mencegahnya korban bertambah.

"Upaya preventif akan lebih mudah dilakukan dibandingkan penanganan kasus yang sudah terjadi. Sebab jika korban telah berada di RRT, proses penyelesaian kasus akan membutuhkan waktu cukup lama," tegas Winanto Adi, selaku Pelaksana Harian Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler.

Seperti diketahui, pada 2 September 14 WNI korban kasus pengantin pesanan telah tiba di Jakarta. Para WNI itu dipulangkan dari Cina melalui pendampingan KBRI Beijing. Korban berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat.

Isu perdagangan manusia dengan kedok perjodohan marak terjadi di Indonesia. Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi telah mengangkat isu tersebut, dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Cina, pada 30 Juli lalu. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,