Tolak Rekomendasi, Kasus Video 'Seks Gangbang' Berlanjut

Tolak Rekomendasi, Kasus Video 'Seks Gangbang' Berlanjut

Tersangka video 'seks gangbang' saat diperiksa petugas. (foto - ist)

Garut  -  Polres  Garut   menyampaikan  menolak   rekomendasi  dari  Komnas  Perempuan   tentang  pencabutan  kasus untuk tersangka VA terkait video "Seks Gangbang". Itu artinya, tidak akan melunturkan status tersangka yang telah ditetapkan.

Menurut Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng, pihaknya tetap melanjutkan perkara dengan tersangka VA. Saat ini, penyidik tengah menunggu tanggapan dari Kejaksaan Negeri Garut, terkait berkas perkara yang telah dilimpahkan.

"Status tersangka tidak bisa dicabut. Yang jelas sampai sekarang perkaranya masih berjalan," kata Maradona, Jumat (20/9/2019). Dalam undang-undang, penghentian penyidikan dilakukan jika tidak ada tindak pidana.

Dalam kasus VA, penyidik menemukan unsur pidana sehingga menetapkan yang bersangkutan jadi tersangka. "Selain itu, bisa SP3 (surat penghentian penyidikan dan penuntutan) jika tidak cukup bukti. Namun semua bukti cukup untuk menjerat pelaku," tegasnya.

Ia menyatakan, SP3 yang dilakukan penyidik diterapkan kepada tersangka A (Rayya) karena telah meninggal dunia. Terkait dua pelaku lainnya yang masih buron, pihaknya masih melakukan pencarian. "Dua orang buron sepertinya mengikuti perkembangan berita, tapi masih kami cari dan identitasnya sudah diketahui".

Pengacara VA, Budi Rahadian meminta agar dua pria yang masih buron untuk segera ditangkap. Pasalnya, kedua orang itu juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Idealnya memang harus ditangkap. Biar jelas soal aksi itu berdasar keterangan dari pelaku lain," katanya.

Sementara itu, berkas kasus video "Seks gangbang" dikembalikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut ke Polres Garut. Tersangka VA pun akan kembali diperiksa penyidik untuk melengkapi kekurangan berkas.

Budi Rahadian mengatakan, penyidik telah menginformasikan akan meminta keterangan tambahan ke kliennya karena ada kekurangan dalam berkas perkara. "P19 (dikembalikan berkas kasus), ada yang belum lengkap. Jadi mau ada pemeriksaan tambahan".

Sejauh ini, tersangka VA masih ditahan di Rutan Kelas IIB Garut. Sepeninggal tersangka Rayya, penanganan kasus video itu masih terus berlanjut. "Kondisi klien kami sehat. Hanya psikologisnya yang agak terganggu. Soalnya cukup lelah juga jalani pemeriksaan ," tegas Budi.

Ia berharap, status tersangka kliennya dicabut. Apalagi sudah ada pernyataan jika VA diancam oleh A yang saat itu berstatus sebagai suami. "Upaya hukum terus kami tempuh. Masih ada kesempatan agar klien kami tak jadi tersangka," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,