Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Langit Merah di Jambi

Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Langit Merah di Jambi

Fenomena langit berwarna merah darah di Kecamatan Kumpe Ilir Kabupaten Muaro Jambi. (foto - ist)

Jambi  -  Badan  Meteorologi,  Klimatologi  dan  Geofisika   (BMKG)   Sultan  Thaha  Jambi  memandang,  fenomena  langit berwarna merah seperti darah di Kecamatan Kumpe Ilir Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi Sabtu 21 September, akibat asap tebal dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bercampur dengan awan.

Kepala BMKG Jambi Addi Setiadi menjelaskan, fenomena itu terjadi karena sinar matahari yang tak sampai ke permukaan bumi, sehingga membuat langit tampak menguning hingga berwarna merah.

"Kondisi itu bisa berkurang, jika hembusan angin kencang bertiup di sekitar awan daerah itu. Selain itu, akan hilang jika adanya guyuran hujan deras. Namun berdasarkan prediksi kita, hujan di Jambi baru akan turun pada pertengahan Oktober," katanya, Minggu (22/9/2019).

Menanggapi terkait kualitas udara pada fenomena langit merah di wilayah terdampak asap tebal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi Evy Frimawati mengatakan, tingkat indeks standar pencemaran udara (ISPU) masuk dalam kategori berbahaya.

"Dari pengukuran alat Air Quality Monitoring Systems (AQMS) yang ada, kita lihat untuk di Kota Jambi dan Muaro Jambi dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya. Meski di Kabupaten Muaro Jambi itu alat pengukuran ISPU-nya tak ada," sebutnya.

Seperti diketahui, sebelum langit berwarna merah pada pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB masih berwarna kuning. Langit mulai berwarna merah sekitar pukul 11.00 WIB, dari siang hingga sore hari ini, Sabtu 21 September.

Berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) dan Suomi NPP (Tingkat Kepercayaan >50%), tanggal 20 September 2019 pukul 19.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB 21 September 2019 di Wilayah Provinsi Jambi terdapat 203 hotspot.

Mengenai sebarannya 203 titik panas tersebut meliputi Kabupaten Muaro Jambi 177 titik panas, tertinggi dari tiga kabupaten lainnya. Kabupaten Sarolangun 3 titik panas, Tanjung Jabung Timur 22 titik panas dan Kabupaten Tebo 1 titik panas. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,