26 Poin RUU Lemahkan KPK, Jokowi Pertimbangkan Perppu

26 Poin RUU Lemahkan KPK, Jokowi Pertimbangkan Perppu

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. (foto - ist)

Jakarta  -  KPK  menanggapi   Presiden   Jokowi  yang   tengah  mempertimbangkan   penerbitan  Perppu  untuk  mencabut  revisi UU KPK. Jika itu dinilai sebagai bentuk penyelamatan pemberantasan korupsi, KPK akan menunggu Perppu diterbitkan.

"Kalau presiden memutuskan melakukan tindakan penyelamatan terhadap pemberantasan korupsi dengan menerbitkan atau tindakan yang lain, KPK saya kira lebih pada menunggu ketika Perppu itu diterbitkan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019).

Menurut pandangan Febri, UU KPK yang baru disahkan DPR itu memang memiliki sejumlah poin yang berpotensi melemahkan KPK. Menurutnya, sedikitnya ada 26 poin yang jika itu dibiarkan akan melemahkan upaya pemberantasan korupsi.

"Sedikitnya 26 poin yang kami identifikasi (kontroversial atau bermasalah) dalam RUU KPK yang sudah disepakati DPR beberapa waktu lalu. Bahkan, kalau 26 poin itu dibiarkan tanpa tindak lanjut, tentu ada risiko kerja pemberantasan korupsi KPK akan melemah. Bahkan, bukan tidak mungkin akan rusak," aku Febri.

Oleh karena itu Febri menilai, sangat penting bagi pemerintah untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari berbagai pihak sebagai bagian dari proses demokrasi. KPK pun mengapresiasi seluruh pihak yang selalu dan mengawal proses pembahasan RUU KPK.

"Kami tidak menyangka, ribuan mungkin puluhan ribu mahasiswa di berbagai daerah yang menyatakan sikapnya. Kami sampaikan terima kasih atas upaya itu. Memang pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab kita bersama," katanya.

Seperti diketahui, Jokowi menerima banyak masukan untuk menerbitkan Perppu yang mencabut UU KPK yang baru. Jokowi pun tengah mempertimbangkan masukan untuk menerbitkan perppu tersebut.

"Banyak sekali masukan juga diberikan kepada kita, utamanya penerbitan Perppu. Tentu ini akan kita segera hitung dan kita kalkulasi," kata Jokowi dalam jumpa pers bersama para tokoh di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis 26 September. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,