Gugatan Benny Bachtiar Dikabulkan PTUN, Pemkot Banding

Gugatan Benny Bachtiar Dikabulkan PTUN, Pemkot Banding

Benny Bachtiar bersyukur gugatannya dikabulkan majelis hakim di PTUN Bandung. (foto- ist)

Bandung  -  Majelis  Hakim  Pengadilan  Tata  Usaha  Negara  (PTUN)  Bandung  mengabulkan  gugatan  yang  dilayangkan Benny Bachtiar, terkait pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Meski dalam pertimbangannya, majelis hakim sepakat dengan penjelasan saksi ahli terkait prosedur pengangkatan sekda.

Penjelasan yang menjadi pertimbangan salah satunya berasal dari Ahli Pemerintahan, Prof. Dr. Sadu Wasistiono MSi. Saat dihadirkan sebagai saksi, Sadu pernah menyatakan, langkah yang dilakukan Walikota Bandung yang memilih Ema Sumarna sebagai Sekda tidak salah.

Artinya, jika dianggap menyalahi aturan sejak awal tentu akan ada penolakan. Bahkan, Surat Keputusan (SK) pengangkatan Sekda yang sudah dikeluarkan bisa dicabut. Namun, Majelis Hakim PTUN Bandung dalam memutus perkara mengesampingkan hal itu.

Hakim meminta Oded mencabut SK pengangkatan Ema Sumarna dan menerbitkan SK pengangkatan Benny sebagai Sekda Kota Bandung. "Mengadili, mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Tri Indra Permana dalam sidang putusan di PTUN Bandung Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (1/10/2019).

Majelis hakim juga meminta Oded mencabut SK nomor 821.2/Kep-BKPP tertanggal 21 Maret 2018, terkait pengangkatan Ema menjadi Sekda Kota Bandung. Oded kemudian diminta untuk membuat SK baru untuk pengangkatan Benny.

"Mewajibkan tergugat menerbitkan surat keputusan tata usaha negara baru untuk mengangkat penggugat sebagai Sekda," tegas hakim.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Bandung selaku kuasa hukum dari tergugat, Bambang Suhaeri mengaku belum bisa banyak berkomentar soal putusan majelis hakim. Yang pasti, pihaknya akan melakukan upaya hukum banding.

"Kami pasti akan banding. Sesegera mungkin akan kami daftarkan," kanya. Menurut Bambang, putusan hakim memang ada beberapa hal yang menjadi catatan. Namun, ia tak mau mengungkapkan. Pihaknya sudah menyampaikan dalil dan dikuatkan ahli dan alat bukti.

"Namun demikian, hakim memutuskan lain dan kami akan gunakan hak tergugat untuk melakukan upaya banding. Saya akan lapor dulu ke pa wali soal putusan tersebut," tegas Bambang.

Sementara itu, Benny Bachtiar yang hadir dalam sidang langsung menangis seusai mendengar putusan hakim. Meski gugatannya dikabulkan, ia belum bisa berkomentar dan hanya bisa mengucapkan syukur. "Saya belum bisa memberikan tanggapan, hanya puji syukur kepada Allah," katanya.

Akankah dirinya jadi Sekda Bandung? "Kita lihat saja dulu nanti perkembangannya," sebut Benny. Ia kembali mengatakan syukur, dan menilai putusan hakim menunjukkan suatu kebenaran yang sejak awal ia perjuangkan.

"Kebenaran sudah ditegakkan. Tujuan utama saya dari awal ingin menegakkan aturan dan Alhamdililah terwujud. Itu yang dapat saya ucapkan, seangkan harapan ke depan kita lihat nanti," tegas Benny.

Hal senada disampaikan tim kuasa hukum Benny, Togar Sianturi. Menurutnya, keputusan majelis sesuai dengan yang diharapkan. "Memang ini yang kami harapkan, sudah sesuai undang-undang. Soal pengangkatan Sekda, kami tunggu upaya banding tergugat," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,