Warga Sambut Ujicoba Rel Kereta Api Jalur Cibatu-Wanaraja

Warga Sambut Ujicoba Rel Kereta Api Jalur Cibatu-Wanaraja

Uji coba rel kereta jalur Cibatu - Wanaraja di Kabupaten Garut. (foto - ant)

Garut  -  Progres  pemasangan  rel  kereta  api  jalur  Cibatu - Garut  baru  mencapai  sekitar  50  persen.  Dari  total sekitar 19,5 km, saat ini baru 9,2 km rel yang sudah terpasang, yakni dari Stasiun Cibatu hingga Stasiun Wanaraja.

Menurut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro, saat ini progres pemasangan rel kereta api di jalur reaktivasi itu telah setengah jalan. Ia menyebutkan, masih ada sekitar 10 kilometer lagi yang harus dipasangi rel.

"Kita harapkan pada akhir tahun sudah mencapai Garut. Nanti mulai awal 2020 sudah bisa mulai dijalankan untuk warga Jawa Barat," kata Edi saat melakukan uji coba di Stasiun Wanaraja Kabupaten Garut, Kamis (3/10/2019).

Pemasangan rel kereta api dari Cibatu ke Wanaraja katanya, hanya memakan waktu sekitar 4 bulan. Oleh karena itu, pihaknya mengaku optimis pemasangan rel kereta api Cibatu - Garut akan selesai pada akhir 2019.

Edi menyatakan, dari hasil uji coba dengan kecepatan kereta 10 km per jam dari Stasiun Cibatu hingga Wanaraja, pihaknya tidak menemukan masalah yang berarti. Bahkan, saat melintasi dua jembatan, yakni jembatan Cikoang dan Citameng uji coba pun berjalan lancar.

"Melewati jembatan tersebut memang kita harus hati-hati, tapi ternyata kita bisa melewatinya dengan baik. Mudah-mudahan nanti dari sepanjang Wanaraja ke Garut bisa dicapai dengan waktu yang cepat," tegas Edy.

Sesuai arahan Menteri BUMN, proyek reaktivasi jalur kereta Cibatu - Garut memang harus selesai dalam satu tahun ini. Pihaknya menargetkan, kereta api Garut - Cibatu sudah bisa mulai beroperasi pada awal 2020 mendatang.

Ia mengakui, PT KAI belum menghitung tarif tiket kereta yang akan dikenakan. Saat ini, pihaknya masih fokus pada percepatan penyelesaian jalur terlebih dahulu. Ia juga menilai, ketika nanti telah beroperasi pada prinsipnya kereta kelas apapun bisa masuk ke jalur tersebut.

"Namun, PT KAI akan lebih dahulu menyediakan kereta api kelas ekonomi. Pasalnya, saat ini keberadaan kereta api di jalur reaktivasi tersebut memang diperuntukkan untuk angkutan penumpang dulu," katanya.

Kereta yang akan melewati jalur itu akan berisi delapan gerbong, dengan kapasitas penumpang sekitar 500 orang. Jika dibutuhkan kelas eksekutif maka akan diadakan. Sedangkan untuk gerbong barang, PT KAI belum merencanakan hal itu.

Menurutnya, yang utama saat ini untuk kebutuhan masyarakat sebagai akses transportasi ke Bandung dengan cepat, murah dan aman. Mengenai penertiban lahan, hal itu telah selesai 100 persen. Tidak ada kendala dalam penertiban lahan, karena masyarakat juga ingin jalur itu berfungsi kembali.

Edi mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah sangat kooperatif untuk bersama-sama mewujudkan kembali aktifnya jalur itu. Diharapkan, dengan diaktifkannya kembali jalur Cibatu - Garut akan semakin meningkatkan perekonomian di wilayah Garut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena mereka mendukung sekali, dan faktanya sekarang semua (penertiban) selesai sampai di Garut," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,