Demo Berdarah di Irak Berlanjut 65 Orang Tewas 190 Terluka

Demo Berdarah di Irak Berlanjut 65 Orang Tewas 190 Terluka

Demo berdarah anti-pemerintah di Irak terus berlanjut. (foto - Associated Press)

Baghdad  -  Sejumlah  massa   terus  melanjutkan  aksi  demo  antikorupsi  kepada  pemerintah  di  Baghdad  Irak.  Massa pun menggelar aksi protes, karena menilai korupsi di pemerintahan Irak terus membengkak.

Dilansir Reuters, Sabtu (5/10/2019) sedikitnya 65 orang tewas akibat aksi tersebut hingga hari Sabtu ini. Sementara itu, 190 orang lainnya mengalami luka-luka.

Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengimbau agar masyarakat tetap tenang, dalam menyikapi isu pembengkakan korupsi. Berbeda dengan Adel, ulama setempat justru menentang pemerintah Irak, karena dinilai tidak memenuhi tuntutan massa.

Diketahui, Aksi demo besar-besaran tersebut terjadi selama tiga hari berturut-turut di Kota Baghdad Irak. Demo berdarah yang diikuti oleh ribuan demonstran tersebut berlangsung di Baghdad dan sejumlah kota lainnya di Irak.

Ribuan demonstran kembali turun ke jalan untuk memprotes tingginya angka korupsi, pengangguran dan buruknya layanan publik di bawah pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi.

Sebelumnya, dalam pidato publik pertamanya di layar kaca sejak aksi demo antipemerintah bergulir Abdel Mahdi menyatakan, aksi tersebut sebagai "pengrusakan negara" namun ia tidak berkomentar mengenai tuntutan para demonstran.

Bahkan, Abdel Mahdi membela pencapaian yang diraih pemerintahnya dan menjanjikan tunjangan bulanan untuk keluarga yang membutuhkan. Ia meminta waktu untuk menerapkan agenda reformasi yang dijanjikannya tahun lalu. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,