Penguatan Ditjen Pajak Dibahas

Penguatan Ditjen Pajak Dibahas

Penguatan Ditjen Pajak Dibahas

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengadakan pertemuan membahas penguatan institusi Direktorat Jenderal Pajak agar makin optimal dalam menghimpun penerimaan pajak.

"Kami membahas soal penguatan Ditjen Pajak, kami siapkan poin-poin yang mau dibahas dengan Presiden," kata Menkeu seusai pertemuan tersebut di Jakarta, Senin malam (1/12/2014).

Menkeu tidak mengungkapkan secara detil hasil pertemuan, namun dipastikan penguatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tersebut mencakup pembenahan dalam hal kelembagaan, sumber daya manusia, akses data dan insentif serta penegakan hukum.

"Kami lebih banyak bicara organisasinya dulu. Kelembagaan tetap di Ditjen Pajak, nanti diperkuat dan punya perlakuan khusus," ujarnya.

Menurut dia, salah satu upaya penguatan kelembagaan dalam tubuh Ditjen Pajak adalah adanya fleksibilitas atau perubahan struktur agar institusi tersebut memiliki kewenangan tersendiri dalam mencari dan menambah pegawai sesuai kebutuhan.

Terkait potensi penerimaan pajak hingga akhir tahun 2014, Menkeu mengatakan siap melakukan upaya optimal, meskipun diperkirakan realisasi hanya bisa mencapai 93 persen dari target APBN-Perubahan 2014 sebesar Rp1.072,3 triliun.

"Tadi sudah ketemu (pimpinan) Kanwil Ditjen Pajak, mereka akan melakukan upaya terakhir, kami dorong supaya bisa mencapai minimal 93 persen dari target," katanya.

Sebelumnya Ditjen Pajak mencatat realisasi penerimaan pajak hingga 14 November 2014, baru mencapai Rp812,1 triliun atau 75,73 persen dari target dalam APBN-Perubahan sebesar Rp1.072,3 triliun.

Realisasi penerimaan pajak tersebut lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2013 yang hanya mencapai Rp761,7 triliun atau sekitar 76,54 persen dari target dalam APBN-Perubahan 2013.

Dari pencapaian Rp812,1 triliun tersebut, penerimaan PPh non migas telah mencapai Rp389,1 triliun atau 80 persen dari target Rp485,9 triliun, penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp328,4 triliun atau 69 persen dari target Rp475,5 triliun.

Sementara penerimaan PPh Migas mencapai Rp74,5 triliun atau 88,81 persen dari target Rp83,8 triliun, penerimaan PBB mencapai Rp14,9 triliun atau 68,5 persen dari target Rp21,7 triliun dan penerimaan pajak lainnya mencapai Rp5 triliun atau 97,5 persen dari target 5,1 triliun. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,