Bandung terbitkan Perwal tekan Pemakaian kantong Plastik

Bandung terbitkan Perwal tekan Pemakaian kantong Plastik

Pemkot Bandung terbitkan Perwal no 37 tahun 2019 tentang pengurangan kantong plastik. (foto - ilustrasi

Bandung  -  Setelah  peraturan  daerah   (Perda)   yang  mengatur  pengurangan  penggunaa  kantong  plastik  dikeluarkan  beberapa tahun lalu, Pemkot Bandung kini menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal), yang akan menjadi pedoman pelaksanaan perda yang sudah ada.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Kamalia Purbani menyatakan, pemberlakuan Perwal bernomor 37 tahun 2019 itu dilatar-belakangi karena belum adanya konsistensi dari masyarakat maupun penyedia kantong plastik, dalam menjalankan Perda nomor 17 yang sudah diterbitkan pada 2012.

"Sebagai tindak lanjut dari Perda kami melihat memang sepertinya sudah banyak diimplementasikan oleh ritel. Kami pun sudah mendorong agar para ritel agar memakai kantong belanja yang bisa dipakai ulang, hanya belum konsisten. Akhirnya kami mengeluarkan Perwal sebagai pedoman pelaksanaan," kata Kamalia, Sabtu (5/10/2019).

Menurutnya, dalam Perwal disebutkan, lima tahapan dalam upaya pelaksanaan pengurangan sampah di Kota Bandung secara efektif. Antara lain, pengaturan pengurangan sampah plastik yang bisa diupayakan dengan penyediaan kantong plastik tidak digratiskan.

Lalu adanya kesanggupan pelaku usaha dan penyedia kantong plastik untuk menyediakan penggantinya, berupa kantong plastik ramah lingkungan. Pemerintah menyiapkan mekanisme pemberian insentif dan disintensif bagi produsen dan penyedia kantong plastik. Mendorong peran masyarakat serta penetapan kawasan pengurangan penggunaan kantong plastik.

Mengenai penetapan harga kantong plastik yang dianjurkan Pemkot, Kamalia mengaku masih dalam proses mencari formula yang tepat hingga bisa diterima semua pihak.

"Dalam menetapkan harga harus berdasarkan ability to pay dan willingness to pay. Seberapa besar masyarakat mau bayar, nanti kita akan sesuaikan dengan formulasi, yang akan dibahas dengan stakeholder terkait," katanya.

Pada intinya, ingin menjaring juga seberapa besar masyarakat ingin membayar kalau menggunakan kantong plastik? Utamanya agar mereka merubah lifestyle-nya tidak menggunakan kantong plastik, tapi menggunakan kantong yang bisa digunakan secara berulang.

Dalam Perwal No. 37 tahun 2019 lanjut Kamalia, baru berupa upaya pengurangan bukan pelarangan. Sebab, melihat kondisi masyarakat yang belum tentu siap meninggalkan penggunaan kantong plastik. Perwal itu memberikan waktu 5 tahun bagi masyarakat Kota Bandung, untuk berupaya mengurangi penggunaan kantong plastik.

"Masalahnya, apakah masyarakat kita sudah siap untuk tidak menggunakan kantong plastik. Dalam Perwal diberikan waktu yang ujung-ujungnya diusahakan sampai melarang, agar secara bertahap bisa mengurangi sampai seminimal mungkin penggunaan kantong plastik," tegas Kamalia.

Sejalan dengan pemberlakuan Perwal Pemkot Bandung sudah mengadakan gerakan "Kang Pisman" (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan) guna menekan timbunan sampah. Dengan gerakan itu bisa dijadikan langkah awal sebagai upaya pengurangan penggunaan plastik. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,