Wanita Indonesia Dibekuk di Filipina Bawa Narkoba Rp 39 M

Wanita Indonesia Dibekuk di Filipina Bawa Narkoba Rp 39 M

Agnes Alexandra diperiksa petugas setelah ditangkap di bandara Manila. (foto - Associated Press)

Manila  -  Petugas  Biro  Pabean  Filipina  menangkap  seorang  perempuan  asal  Indonesia  saat   membawa  obat-obatan terlarang senilai 54 juta peso (sekitar Rp 39 miliar) di dalam tas ketika tiba dari Kamboja, pada Senin 7 Oktober.

Berdasarkan keterangan Biro Pabean Filipina, Agnes Alexandra ditangkap di Bandara Internasional Ninoy Aquino Manila, setelah pihak berwenang menemukan delapan kilogram metamfetamin di dalam tasnya dari penerbangan Siem Reap Kamboja.

Ia menangis dan menutupi wajahnya di depan kamera TV, serta memberitahukan kepada petugas tas itu bukan miliknya. "Tersangka mengatakan tas itu diberikan seseorang kepadanya, tetapi itu cerita yang selalu mereka gunakan," kata pejabat Biro Bea Cukai Lourdes Mangaoang.

Dilansir Associated Press lewat Bangkok Post, Selasa (8/10/2019) Lourdes Mangaoang mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers yang mengungkap obat-obatan terlarang yang disita dan menampilkan Agnes Alexandra.

"Agnes Alexandra menghadapi dakwaan melakukan perdagangan narkoba," sebut para pejabat. Setelah menjabat pada pertengahan 2016, Presiden Filipina Rodrigo Duterte pun melancarkan upaya tindakan keras terhadap penyelundupan, peredaran dan penggunaan narkoba.

Tindakan keras tersebut dikabarkan telah menewaskan hampir 7.000 tersangka pengedar narkoba, yang sebagian besar merupakan kelas teri. Sedangkan mereka yang ditangkap sudah lebih 256.500 orang.

Kampanye perang narkoba Duterte yang belum pernah terjadi sebelumnya mengejutkan negara-negara barat. Sekaligus menimbulkan pengaduan tentang terjadinya pembunuhan massal ke Mahkamah Internasional. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,