Penyerangan terhadap Wiranto di Banten total 4 Orang Luka

Penyerangan terhadap Wiranto di Banten total 4 Orang Luka

Wiranto akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakpus dari RSUD Berkah Pandeglang. (foto - ant)

Pandeglang  -  Menteri  Koordinator  Politik,  Hukum  dan  Keamanan  Wiranto   diserang  serta  ditusuk  Syahril  Alamsyah  alias Abu Bara saat menghadiri peresmian gedung baru Mathla'ul Anwar di Menes Pandeglang Banten, Kamis (10/10/2019).

Penyerangan yang dilakukan Syahril dibantu istrinya, Fitri Andriana itu melukai empat orang. Syahril dengan menggunakan belati menusuk perut Wiranto. Selain itu ajudan Danrem 064/Maulana Yusuf Serda Yogi Wahono dan mantan sekretaris pribadi Wiranto yang juga ulama Mathla'ul Anwar (MA) Fuad Syauqi, juga terluka dalam insiden itu.

Serda Yogi mengalami luka di dada sebelah kanan. Ia bersama Wiranto dibawa ke RSUD Pandeglang seusai kejadian. Namun Yogi sudah dibolehkan pulang, sedangkan Wiranto akhirnya dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat menggunakan helikopter.

"Kita tangani secara medis dan juga sudah dilakukan terapi, termasuk pemberian serum," kata dr. Firmansyah, Dirut RSUD Pandeglang. Fuad terluka di bagian dada kiri dan kanan. Ia dirawat di RSUD Berkah Pandeglang.

Sementara korban lain yang dibawa ke RSUD Pandeglang adalah Kompol Dariyanto, yang mengalami luka di dada bagian atas dan bagian punggung akibat menghentikan Fitri dengan gunting yang ingin menyerang Wiranto. Ia kemudian dirujuk ke RS Sari Asih karena rumahnya di Serang dan atas permintaan keluarga.

Firmansyah menjelaskan, korban dengan luka paling parah dalam peristiwa itu adalah Wiranto, sedangkan Fuad perlu diobservasi. Wiranto telah menjalani operasi di RSPAD. Setelah tiga jam di ruang operasi, ia dipindahkan ke ICU untuk distabilkan kondisinya.

"Mengenai kondisinya tentu pihak rumah sakit yang akan menyampaikan, tetapi yang jelas dari proses tiga jam operasi yang dilakukan berjalan dengan baik," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Atas peristiwa penusukan itu menurutnya, Presiden Jokowi meminta pengamanan terhadap para menterinya diperkuat. Sebab, potensi ancaman seperti yang dialami Wiranto bisa menimpa pejabat negara lainnya.

"Apa yang terjadi di Pandeglang memperlihatkan, bahwa sel-sel jaringan (teroris) itu ada. Dengan demikian, Presiden telah meminta kepada Setneg, Seskab untuk segera mengoordinasikan pengamanan terhadap pejabat negara," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,