Rekonstruksi 25 Adegan, Ibu Kandung Bunuh Balita Kembar

Rekonstruksi 25 Adegan, Ibu Kandung Bunuh Balita Kembar

Ibu kandung (kiri) bunuh dua anak kembarnya di Kupang. (foto -ist)

Kupang - Guna melengkapi berkas perkara, Dewi Regina Ano menjalani rekonstruksi saat menghabisi kedua anak kembarnya, Angga Masus dan Anggi Masus. Sedikitnya 25 adegan diperagakan Dewi dalam rekonstruksi yang digelar penyidik Polres Kupang Kota, Jumat (11/10/2019).

Adegan pertama, Regina mengajak kedua anaknya ke kios untuk berbelanja roti, permen dan penyedap rasa masakan tak jauh dari tempat tinggalnya. Usai berbelanja, ia menyiapkan makan siang untuk sang suami Obir Masus, yang tiap siang pulang dari tempat kerja untuk makan dan istirahat.

Selesai makan siang, suami kembali bekerja sebagai kuli bangunan hotel di Kupang, Regina pun membujuk kedua anak laki-lakinya untuk tidur bersama. Dendam terhadap suami selalu berkecamuk dalam pikirannya, Regina lalu mulai berencana jahat.

Ia lalu mengambil parang yang terselip di dinding rumah dan melangkah menuju kedua anaknya yang terlelap tidur. Sambil membungkukkan badan, Regina mengayunkan parang ke arah kepala Anggi Masus yang tewas seketika. Lalu ia berbalik arah dan kembali mengayunkan parang beberapa kali ke kepala Angga Masus.

Dalam adegan ke-18, Regina berniat bunuh diri dengan menusukkan parang ke perut, serta lehernya hingga jatuh tersungkur tak sadarkan diri. Obir Masus ketika pulang ke rumah tak kunjung dibuka. Obir pun mendobrak pintu yang disaksikan oleh ponakan dan tetangga sebelah rumah.

Obir kaget karena mendapatkan kedua anak dan istrinya sudah terkapar bersimbah darah. Obir lalu meminta tolong tetangga untuk melaporkan kejadian itu ke polisi. Usai rekonstruksi, Regina menangis saat melihat ke arah suaminya. Ia pun dibawa kembali ke ruang Unit PPA Polres Kupang Kota untuk dipertemukan dengan keluarganya.

Menurut Obir, istrinya menaruh dendam karena diduga ia mempunyai perempuan lain itu tidak benar. Jika istrinya dendam karena tidak selalu memenuhi kebutuhan pribadinya, Obir mengaku selalu memberi seluruh gaji yang diterima dari sang mandor.

"Semua gaji saya kasi ke maitua (istri), bahkan dia minta untuk beli kalung saya beli, kasih tahun lalu, semua dalam rumah saya beli sampai dia minta alat elektronik juga saya beli. Sampai saya sendiri mau isap rokok tidak mampu beli di kios terpaksa saya isap daun lontar," katanya

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Moynafi mengatakan, setelah rekonstruksi pihaknya kini menunggu hasil pemeriksaan psikolog secara tertulis. Lalu dilakukan pelimpahan tahap satu ke kejaksaan, bersama berita acara hasil rekonstruksi.

Sebelumnya, Dewi Regina Ano, ibu dari bayi kembar Angga dan Anggi Masus (5) yang tewas mengenaskan pada Kamis 5 September malam, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kepolisian Resor Kupang Kota.

Penetapan status tersangka terhadap Dewi Regina Ano, setelah penyidik melakukan interogasi sementara di ruang rawat inap Rumah Sakit S.K Lerik Kupang, Kamis 13 September malam. "Pelaku tega membunuh kedua buah hatinya, karena dendam atas permintaan untuk membeli kebutuhan pribadi sebagai wanita selalu tidak dipenuhi sang suami," katanya.

Atas perbuatannya, Regina dikenakan pasal 80 ayat 3 dan 4 subsider pasal 338 KUHP undang-undang nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas undang-undang 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman 20 tahun penjara. (Jr.)**

.

Tags:,