Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Divonis Mati

Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Divonis Mati

Dua pembunuh sopir taksi online divonis mati di PN Garut. (foto - ist)

Garut - Pengadilan Negeri Garut menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap dua terdakwa kasus pembunuhan sopir taksi online, yang terjadi pada Januari 2019 lalu.

Vonis tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Hakim Endratno Rajamai dalam persidangan di Pengadilan Negeri Garut Jalan Merdeka Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Senin (14/10/2019).

"Menjatuhkan hukuman kepada masing-masing terdakwa berupa hukuman mati," sebut Raja dalam persidangan. Respons berbeda ditunjukkan kedua terdakwa, Doni (33) dan Jajang (33). Doni terlihat gemetar dan tegang, saat majelis hakim membacakan vonis kepadanya.

Sedangkan Jajang terlihat lebih santai mendengar vonis. Bahkan, Jajang tetap tersenyum pada napi lain yang menunggu giliran sidang. Ia juga sempat menjawab pertanyaan dari mereka. "Mati," kata Jajang ditanya napi soal putusan sidang.

Sambil berjalan ke luar pengadilan, keduanya mendapat pengawalan ketat dari petugas. Keduanya kemudian digiring masuk ke dalam mobil tahanan kejaksaan.

Sementara itu kuasa hukum Doni dan Jajang, Asep Saeful Hidayat mengatakan, kedua kliennya akan mengajukan banding. "Mereka memilih mengajukan permohonan banding," katanya.

Menurut Asep, Doni dan Jajang merasa vonis yang dijatuhkan terlalu berat dan tak sebanding dengan perbuatannya. "Alasannya menurut terdakwa, putusan vonis mati tak sepadan dengan perbuatan yang dilakukan," katanya. (Jr.)**

.

Tags:,