Lahan kaki Gunung Cikuray Desa Pamalayan Garut Terbakar

Lahan kaki Gunung Cikuray Desa Pamalayan Garut Terbakar

Api tampak dari kejauhan yang menghanguskan lahan di kaki Gunung Cikuray Desa Pamalayan Kabupaten Garut MInggu malam. (foto - ant)

Garut  -  Kebakaran  hutan  yang  melanda  kawasan  kaki  Gunung  Cikuray  di  Desa  Pamalayan  Kecamatan  Bayongbong Kabupaten Garut terjadi, pada Minggu 13 Oktober malam.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut Aah Anwar, lokasi kebakaran yang berada pada ketinggian 5 km dari permukiman dengan kemiringan 45 derajat. Situasi itu menyebabkan petugas di lokasi hanya bisa menggunakan alat-alat sederhana untuk mencegah meluasnya api.

Petugas gabungan katanya, yang terdiri atas BPBD, Damkar, TNI, Polri dan masyarakat setempat menggunakan tanah untuk meredam kobaran api. Sebab, tidak ada sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

"Kemarin malam sudah padam. Kita gunakan sumber daya yang ada di dekat lokasi kebakaran. Kita manfaatkan tanah dengan mengandalkan bambu dan cangkul," kata Aah Anwar, Senin (14/10/2019).

Ia menjelaskan, dugaan sementara kondisi panas pada musim kemarau panjang saat ini menyebabkan lahan yang berada di wilayah Gunung Cikuray mengering. Menurut prakiraan Perhutani, lahan yang terbakar di wilayah Gunung Cikuray mencapai sekitar 7 hektara.

"Ranting-ranting di sana sudah dalam kondisi yang mengering. Dengan tingkat panas yang luar biasa, sangat memungkinkan terjadi percikan api hingga merembet ke daerah sekitarnya," tegas Anwar.

Sementara itu, Administrator Perhutani KPH Garut Nugraha mengatakan, kebakaran hutan di kaki Gunung Cikuray di Kabupaten Garut mencapai sekitar 7 hektar di Blok Pamalayan. "Kebakran terjadi di Blok Pamalayan seluas 40 hektar, tapi yang terbakar sekitar 7 hektar," katanya.

Ia menjelaskan, musim kemarau seringkali areal hutan di kawasan Perhutani dilanda kebakaran, salah satunya di Gunung Cikuray maupun di sejumlah daerah lainnya di Garut. Selama 2019 sudah ada lima lokasi hutan kawasan Perhutani yang terbakar, yakni di Kecamatan Cisompet, Cibatu dan Tarogong dengan total luas lahan mencapai 10,3 hektar.

"Cikuray yang paling besar kebakarannya," katanya. Menurutnya, bencana kebakaran pada musim kemarau itu sulit untuk dihindari oleh petugas yang setiap waktu melakukan patroli di kawasan lahan Perhutani.

Sejauh ini antisipasi sudah dilakukan, termasuk siap siaga memadamkan kobaran api jika mengetahui adanya kebakaran di kawasan hutan. "Jika terjadi kebakaran masyarakat bisa segera melaporkan agar dipadamkan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,