Polemik Sekda Bandung, Walikota Hadapi Empat Opsi

Polemik Sekda Bandung, Walikota Hadapi Empat Opsi

PTUN Bandung menangkan gugatan Benny Bachtiar. (foto - ist)

Bandung - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) memutuskan, Benny Bachtiar memenangkan gugatan atas jabatan Sekda Kota Bandung.

Majelis hakim pun meminta Walikota Bandung Oded M Danial mencabut surat keputusan (SK) Nomor 821.2/Kep-BKPP tanggal 21 Maret 2018, terkait pengangkatan Ema Sumarna sebagai Sekda Kota Bandung.

Menurut Ketua Program Studi Ilmu Politik Pascasarjana FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi, putusan majelis hakim di PTUN memang tidak bersifat mutlak. Dengan demikian, Oded bisa saja mengacuhkan putusan tersebut.

"Jadi putusan PTUN tersebut tidak dalam posisi yang mengikat untuk dilakukan," katanya di Bandung, Jumat (18/10/2019). Menurutnya, menghadapi putusan PTUN, Oded dihadapkan pada empat opsi. Pertama, mencabut SK dan mengangkat sekda baru. Kedua, melakukan pembiaran atau mengabaikan putusan PTUN.

Ketiga, mencabut SK kemudian membuat SK baru untuk pengangkatan Ema Sumarna. Sementara keempat, Oded benar-benar mengangkat sekda baru.
Namun Muradi menilai, tidak mungkin mengangkat Benny sebagai Sekda, karena Oded membutuhkan kenyamanan dalam bekerja. Terlebih dengan track record Ema yang merupakan 'orang lama' di Pemkot Bandung.

"Kalau dipaksakan untuk mengangkat Benny jadi Sekda, kemungkinan akan menjadi masalah ke depan. Sebab soal kenyamanan tersebut menjadi satu hal yang penting," katanya.

Ia menjelaskan, pengangkatan sekda merupakan kewenangan penuh Oded sebagai Walikota Bandung. Oded juga sudah menempuh prosedur dengan tidak melantik Ema selama masa 'idah'. Mengingat Ema baru dilantik sebagai Sekda Kota Bandung pada April 2019, sedangkan Oded dilantik jadi Walikota pada September 2018.

Meski demikian, untuk menghormati putusan PTUN Walikota Bandung tinggal mematuhinya dengan membatalkan SK pengangkatan Ema sebagai Sekda. Selanjutnya SK baru dibuat untuk kembali mengangkat Ema.

"Jadi, keputusan PTUN dijalankan yaitu dengan mencabut SK, tapi bikin surat baru untuk mengangkat orang yang sama, yakni Ema Sumarna. Saya kira enggak ada masalah," tegas Muradi. Jika mengangkat Benny atau orang baru lainnya untuk menjadi Sekda, justru akan menimbulkan polemik baru. Pasalnya Oded belum tentu nyaman bekerja dengan orang selain Ema.

Selain itu, akan ada dinamika di tubuh Pemkot Bandung. Sebab, orang baru dan ASN akan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dan berinteraksi. Ema sangat memungkinkan melakukan gugatan seperti yang dilakukan Benny, jika akhirnya 'dipaksa' melepas jabatan Sekda, karena Ema akan merasa terzalimi dan polemik justru akan makin berkembang.

Sebelumnya, Pemkot Bandung telah merespon kekalahan di PTUN dengan melayangkan banding. Sebab, pengangkatan Ema dianggap sudah sesuai prosedur. Ema pun dianggap sosok tepat untuk mengemban posisi Sekda Kota Bandung, dengan kemampuan dan pengalamannya di pemerintahan. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,