BMKG resmikan Sensor Broadband Seismograph Pasirjambu

BMKG resmikan Sensor Broadband Seismograph  Pasirjambu

Peresmian pengoperasian 'Sensor Broadband Seismograph di Kecamatan Pasijambu Kabupaten Bandung. (foto - prfmnews)

Bandung  -  Kepala   BMKG   Dwikorita   Karnawati   meresmikan   beroperasinya  "Sensor  Broadband  Seismograph"  atau alat untuk mencatat gempa bumi di Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, Jumat (25/10/2019).

Peresmian dihadiri Anggota DPR RI Komisi V Nurhayati, Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan beserta jajaran pejabat pemerintah Pemkab Bandung. Sensor broadband seismograph pertama kali dipasang di Indonesia, setelah kejadian bencana gempa terakhir terjadi di Maluku.

Selain itu, dalam rentang waktu satu setengah bulan, BMKG akan memasang 194 sensor di seluruh wilayah Indonesia, yang sebelumnya hanya berjumlah 20 sensor gempa yang bekerja. "Didukung berbagai pihak, sensor broadband pertama di Indonesia resmi dioperasikan," kata Kepala BMKG Dwikorita.

Menurutnya, akibat dari peristiwa Banda Aceh, Indonesia membangun sistem peringatan dini untuk tsunami, sistem informasi gempa yang menggunakan sensor gempa dan komputer modeling. Nantinya Indonesia punya 400 lebih sensor gempa yang dinilai cukup handal, dalam memberikan informasi gempa dan peringatan dini tsunami.

Dibangunnya alat sensor itu kata Dwikorita, akan meningkatkan kecepatan perhitungan dan akurasi perhitungan. Hal itu bisa diperoleh jika di suatu daerah ada alat sensor yang mewakili atau adanya kerapatan jaringan sensor, sehingga sinyal yang terkirim bisa lebih merata, cepat dan akurat.

"Pertimbangannya untuk meningkatkan kecepatan perhitungan dan akurasi perhitungan, jadi sensor gempa harus merata tersebar. Di zona Pasirjambu dan sekitar wilayah Jabar selatan sendiri masih ada blank tidak ada sensor yang mewakili," aku Dwi.

Ia menjelaskan, mengenai cara kerjanya sensor itu akan mendeteksi getaran yang terjadi di sekitarnya, lalu sinyal akan dikirim ke pusat (Jakarta) yang selanjutnya akan dideteksi oleh Artificial intelligence untuk dipelajari dan dihitung.

Anara lain jumlah magnitudo gempa, posisi pusat gempa serta kedalaman gempa. Selanjutnya, komputer modeling akan berfungsi untuk mempolakan jenis getaran dan durasi getaran yang akan terjadi.

"Jadi, cara kerja sensor ini mendeteksi getaran yang sinyalnya dikirim ke Jakarta dan Artificial intelligence menghitungnya. Dengan begitu, bisa diprediksi kira-kira berapa menit lagi tsunami terjadi, sehingga itulah yang namanya peringatan dini," tamabhanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,