Densus 88 Ringkus Satu Terduga Teroris di Sawangan Depok

Densus 88 Ringkus Satu Terduga Teroris di Sawangan Depok

Lokasi penangkapan terduga teroris di Jalan Swadaya Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok. (foto - ist)

Depok  -  Tim   Densus  88  menangkap  seorang  terduga  teroris  di  wilayah  Kelurahan  Bedahan  Kecamatan  Sawangan Kota Depok, Sabtu (26/10/2019). Terduga teroris berinisial BS diringkus saat tengah berjalan di luar rumahnya.

Diketahui, BS bukan merupakan warga Depok, tetapi ia merupakan warga Bendungan Jago Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Kapolsek Sawangan Kompol Prasetyo mengatakan, aparat Polresta Depok dan Polsek Sawangan membantu pengamanan saat Densus 88 membekuk pelaku di rumahnya di Jalan Swadaya Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok.

"Benar telah dilakukan penangkapan terduga teroris di wilayah Kecamatan Sawangan. Kami dari Polsek Sawangan dan Polresta Depok hanya membantu mengamankan. Densus 88 yang melakukan penangkapan," kata Prasetyo.

Berdasarkan informasi, BS berbaiat kepada Imam Besar Abu Bakar Al Baghdadi. Ia pernah mendatangi Mako Brimob pada saat kerusuhan Mei 2018, dengan niat untuk membantu ikhwan-ikhwan yang berada di dalam.

Ia juga pernah mengikuti beberapa idad bersama kelompok Jamaah Ansharu Daulah (JAD). Antara lain di Gunung Papandayan di Garut, Gunung Cermai. BS juga diduga mengetahui rencana kelompok Endang terkait dengan pembuatan bom untuk amaliyah.

Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 di wilayah Bedahan tersebut dipimpin oleh AKBP Bayu. Dari penangkapan, Densus 88 mengamankan barang bukti, berupa dua buku tabungan Bank Mandiri, satu buku tabungan BRI, dua ATM Bank Mandiri, dua buku paspor, 14 unit telepon seluler, tiga korek api.

Selain itu empat bungkus serbuk yang dibungkus plastik, satu saklar on/off, sembilan baterai alkaline, satu power bank, dua gulung amplas, satu lakban, satu amplop, empat isolasi warna hitam, satu saklar timer, satu pisau, satu bohlamp, satu kabel USB, satu toples, satu unit handy talky, satu samurai terbuat dari kayu.

Sementara itu, Lurah Bedahan Rahwana mengatakan, terduga BS merupakan sosok yang tidak pernah bermasyarakat. Ketiga istrinya yang berinisial L, D dan FS diketahui juga tidak dikenal oleh para tetangga sekitar.

"Warga sini tahunya dia buka praktik pengobatan kesehatan. Seperti pengobatan pakai alat listrik. Ia tidak punya kartu keluarga dan KTP Depok juga," kata Rahwana.

Disebutkan, BS dan ketiga istrinya cenderung menutup diri dari pergaulan bermasyarakat. Penampilan ketiga istri BS pun tertutup rapat lengkap dengan cadarnya. "Terduga dan ketiga istrinya bukan warga Depok. Tidak ada datanya di kami. Bisa dibilang penduduk gelap," tegas Rahwana. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,