Polisi Telusuri Aliran Dana Hasil Prostitusi pada Mucikari PA

Polisi Telusuri Aliran Dana Hasil Prostitusi pada Mucikari PA

PA saat klarifikasi soal Puteri Pariwisata di Mapolda Jatim. (foto - ist)

Surabaya - Jajaran  Polda Jawa Timur tengah  menyelidiki  mengenai  aliran  dana  kasus  prostitusi online yang melibatkan PA (23) finalis Puteri Pariwisata ke para mucikari. Polisi pun masih memburu mucikari atau penyedia jasa pihak pertama.

"Berdasarkan hasil penyelidikan aliran dana sudah mengalir ke penyedia jasa kedua. Sedangkan penyedia jasa utama ternyata lebih besar," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera kepada wartawan di Mapolda, Selasa (29/10/2019).

"Dana tersebut mengalir cukup besar ke penyedia utama, atau bisa dikatakan merupakan penyedia dari pada beberapa ikon terkenal. Mereka masih dilakukan pengejaran," katanya.

Dibandingkan mucikari tangan pertama, mucikari tangan kedua dan artis atau model yang diendorse menerima uang lebih kecil. Barung menyebutkan, mucikari tangan kedua hanya menerima sekitar Rp 17 juta.

"Yang bersangkutan menerima lebih besar jauh dibandingkan dengan dia yang endorse. Sedangkan yang penyedia jasa kedua hanya menerima 17 juta, saya kira besar juga, tapi lebih besar lagi mucikari pertama," tegas Barung.

Sebelumnya, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela mengatakan, J mendapat Rp 16 juta setelah mempertemukan PA dengan pengguna berinisial YW. "Total transaksi nanti kami sampaikan karena lagi melengkapi. Kalau (J) menerima di atas Rp 16 juta," katanya.
 
Sejauh ini, J mucikari yang menawarkan finalis Putri Pariwisata itu dipastikan meraup keuntungan cukup besar dalam menjalankan bisnis prostitusi online. Bahkan, uang Rp 16 juta itu  juga di luar biaya akomodasi yang disiapkan tersangka. Misalnya untuk tiket, mobil hingga tarif hotel.

Mengenai berapa tarif yang dipatok untuk menyewa PA, Leo enggan membeberkannya. Ia hanya mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman salah satunya dengan memburu seorang pelaku lainnya.

"Terkait jumlah masih ada yang perlu didalami karena masih ada orang yang kita cari untuk merangkai semuanya. Pelaku masih ada yang lain sehingga keterangan masih berdasar dia. Kita masih mencari satu orang yang merupakan jaringan dari si J," paparnya.

Sementara itu, terkait uang Rp 13 juta yang dijadikan barang bukti polisi Leo menyebutkan, uang itu digunakan sebagai uang muka. Tak hanya itu, pihaknya telah memastikan jika uang tersebut masuk ke kantong tersangka.

"Uang Rp 13 juta masuk ke kantong J, ini keuntungan yang diambil tersangka. Kalau pengakuan kita masih mendalami karena pelaku masih ada yang lain, sehingga keterangan masih berdasar pada J," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,