Pemkot Bandung Gagal kelola Reklame capaian pun Meleset

Pemkot Bandung Gagal kelola Reklame capaian pun Meleset

Papan reklame di Kota Bandung tak terurus hingga roboh. (foto - ilustrasi)

Bandung - Pemerintah  Kota  (Pemkot)  Bandung  dinilai  gagal  memenuhi  target  pendapatan dari  sektor  pajak reklame. Tidak konsistennya Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung dalam menjalankan amanat Perda dan Perwal 217 tahun 2018 tentang reklame, dituding jadi pemicu melesetnya pendapatan dari reklame yang jauh dari target.
 
Menurut anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bandung Aan Andi Purnama, target yang sudah di sepakati sebesar Rp 214,7 miliar lebih merupakan hasil kajian bersama. Jika angka tersebut di anggap terlalu tinggi, seharusnya Pemkot mengatakan sejak awal.
 
"Kalau target dijadikan alasan memang lucu. Itu kan sudah hasil kajian, kita di dewan nggak asal menetapkan. Masalahnya, tidak konsisten dalam menjalankan Perda dan Perwal," kata Aan, Rabu (30/10/2019).
 
Hingga memasuki triwulan keempat 2019, capaian realisasi pajak reklame baru sebesar  10,2 persen atau sekitar Rp 21,9 miliar.  Aan yang juga anggota Komisi A menilai, kinerja instansi pemungut pajak dan penyelenggara reklame di Pemkot Bandung sangat buruk.
 
Selain itu, politisi Partai Demokrat itu juga menyoroti ketidakjelasan konsep penataan yang dijalankan Pemkot Bandung terkait reklame. Parahnya, hal itu dibiarkan terus berjalan hingga memicu berbagai masalah.
 
Selain itu, melesetnya target pendapatan, Aan juga menyoroti tentang rencana penataan reklame tematik dengan kawasan tertentu. Amanat Perwal nomor 217 tahun 2018 yang didalamnya membahas juga mengenai reklame tematik, nyaris tidak berjalan sebagaimana mestinya.
 
"Dulu, salah satu poin yang bakal diatur detail adalah perumusan kawasan tematik. Dua di antaranya adalah di kawasan Jalan LLRE Martadinata (Riau) dan Jalan Ir. H Djuanda (Dago). Namun, sejauhn ini sepertinya mandek alias itu tidak berjalan," tegas Aan. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,