Buronan Kasus Bank Century Diringkus setelah 5 tahun DPO

Buronan Kasus Bank Century Diringkus setelah 5 tahun DPO

Stefanus Farok Nurtjahja terpidana perkara TPPU Kasus Bank Century ditangkap. (foto - ist)

Jakarta - Stefanus  Farok  Nurtjahja,  terpidana  perkara  Tindak  Pidana  Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus Bank Century ditangkap tim gabungan terdiri atas Intelijen Kejaksaan Agung, Kejati DKI Jakarta dan Kejari Jakarta Pusat.
 
Farok yang buron sejak 2014 tersebut ditangkap di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta, pada Selasa 29 Agustus 2019 sekitar pukul 17.00 WIB. "Ya, ia ditangkap tanpa ada perlawanan,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Jan S Maringka kepada wartawan, Rabu (30/10/2019).
 
Menurutnya, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 535 K/Pid.Sus/2014 tanggal 14 Juli 2014, Stefanus bersama kedua terdakwa lainnya yakni Raden Mas Johanes Sarwono dan Umar Muchsin dinyatakan bersalah menerima uang sebesar Rp 1.100.000.000,00 dari Toto Kuntjoro.
 
"Duit tersebut berasal dari Robert Tantular, yang telah terbukti melakukan tindak pidana, penggelapan, penipuan serta pencucian uang," tegas Jan.
 
Atas perbuatannya lanjut Jan, yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 1.000.000.000,00. Namun, Stefanus langsung melarikan diri sebelum jaksa menjebloskan yang bersangkutan ke penjara.
 
"Setelah ditangkap Stefanus langsung dibawa menuju ke Lapas Salemba untuk menjalani pidana, yang telah dijatuhkan Pengadilan atas perbuatannya tersebut. Penangkapan terhadap Stefanus merupakan kinerja Program Tangkap Buronan (Tabur 31.1) yang ke-346, sejak diluncurkan pada Januari 2018.
 
Program Tabur 31.1 digulirkan bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buron pelaku kejahatan, baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,