Ibunda Tak Kuasa Menahan Duka Lihat Afridza Tewas di TV

Ibunda Tak Kuasa Menahan Duka Lihat Afridza Tewas di TV

Keluarga Afridza Syach Munandar melihat berita kejadian di televisi. (foto - ist)

Tasikmalaya - Keluarga  besar  pasangan  suami  istri  Irwan Munandar (48) dan Ersa Maya Sriwenda (44) diliputi suasana duka. Anak sulung mereka, Afridza Munandar (20) meninggal ketika mengikuti Asia Talent Cup (ATC) 2019 di Sirkuit Sepang Malaysia, pada Sabtu 2 November.
 
Afridza yang bernaung di Astra Honda Racing Team mengalami kecelakaan selepas tikungan 10 putaran pertama pada final ATC 2019 tersebut. Nyawanya tak bisa diselamatkan setelah sempat dibawa helikopter ke rumah sakit Kuala Lumpur.
 
Pihak keluarga besar mengetahui musibah yang menimpa Afridza dengan menonton langsung dari televisi, yang tengah menyiarkan race itu, di rumah nenek almarhum Perumahan Tamansari Indah Blok D nomor 9 Kota Tasikmalaya.
 
Ersa Maya Sriwendi, ibu kandung Afridza pun syok. Pihak keluarga langsung mencari tahu bagaimana kondisi Afridza lewat Google dan Youtube, karena di televisi tidak ada kabar lebih lanjut. Diketahui yang mengalami kecelakaan memang Afridza.
 
"Tidak lama kami mendapat telepon dari Astra Honda Racing Team yang mengabarkan, Adridza telah meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit di Malaysia," kata paman korban, Rally Topasandi (38), Minggu (3/11/2019).
 
Meski sudah mendapat kabar duka lanjut Rally, pihak keluarga masih penasaran dan mencari tahu di streaming youtube yang menyiarkan race. "Kami akhirnya hanya bisa pasrah, dalam running text siaran langsung disebutkan, Afridza meninggal setibanya di rumah sakit," katanya.
 
Ersa pun tak bisa lagi membendung tangisnya. Begitu pula Irwan dan Beset, nenek Afridza. Keluarga besar pembalap internasional itu pun akhirnya larut dalam kesedihan. Beberapa kali Ersa pingsan karena tak kuasa menahan duka.
 
Kabar meninggalnya Afridza pun langsung menyebar. Sejak Sabtu 2 November sore belasan karangan bunga turut berbela sungkawa tiba di rumah nenek Afridza yang dijdikan rumah duka. Hingga Minggu pagi ada sekitar 20 karangan bunga datang dari komunitas otomotif, tokoh nasional hingga pejabat sipil, TNI dan Polri daerah.
 
Menururt Rally, kabar tentang kapan jenazah Afridza tiba di rumah duka dipastikan, Senin 4 November sore atau malam. Jenazah diterbangkan dari Malaysia sekitar pukul 12.50 dan tiba di Jakarta pukul 14.00, akan langsung dibawa ke Tasikmalaya.
 
Disebutkan, karir balapan Afridza bisa memasuki kancah internasional setelah direkrut Astra Honda Racing Team tahun 2017. Dari situ kariernya terus menanjak. Saat ini ada dua race yang tengah dihadapi Afridza, yakni ATC 2019 ia menduduki urutan tiga klasemen sementara.
 
"Kalau dia tidak terkena musibah dan juara di final ATC kemungkinan dia bisa meraih juara umum," tegas Rally. Selain itu, almarhum juga akan mengikuti even Oneprix di Surabaya seusai mengikti ATC 2019 di Malaysia. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,