350 Korban Adukan Penipuan Akumobil ke Posko Pelaporan

350 Korban Adukan Penipuan Akumobil ke Posko Pelaporan

Konsumen Akumobil berkumpul di Taman Vanda Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sekitar  350 orang  sudah  mendaftar  di  posko  pelaporan  korban Akumobil  di  Polrestabes  Jalan  Jawa  Kota Bandung. Sebelumnya, para pelapor itu pun telah melakukan aksi damai di Taman Vanda depan Polrestabes Bandung, Selasa (5/11/2019).
 
"Sebelumnya kita telah menetapkan tersangka BJB, dan masih melakukan penyelidikan terkait hal itu. Terutama aset yang dimiliki oleh tersangka," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Polisi Mochamad Rifa'i.
 
Menurutnya, Polrestabes Bandung menyediakan posko khusus pelaporan dari Akumobil. Sementara dari data sementara yang telah diterima Polrestabes Bandung, kerugian dari korban baru mencapai Rp 35 miliar.
 
‎Awalnya, korban tergiur penawaran dari Akumobil yang memiliki perusahaan bernama PT Aku Digital Indonesia. "Perusahaan itu seperti diketahui menawarkan mobil seperti Toyota Ayla, Honda Mobilio, Toyota Cayla, Honda Brio dan lainnya," katanya.
 
Modusnya, setelah uang dibayarkan mobil akan diberikan pada satu setengah bulan hari kerja. Namun, nyatanya mobil tidak diberikan oleh perusahaan tersebut. "Hanya saja memang ada beberapa mobil yang sudah diberikan pada nasabah," katanya.
 
Pada 31 Oktober 2019 lalu pun atas dasar kekecewaan, para nasabah mendatangi kantor Akumobil di Jalan Sadakeling Kota Bandung. "Hanya saja tidak ada solusi sedikit pun meski para nasabah telah mendatangi Kantor Akumobil," katanya.
 
Sejauh ini, Polrestabes Bandung sudah memerika 10 orang saksi, selain dari korban juga diperiksa para direksi perusahaan tersebut termasuk admin. "Kami juga masih melakukan pelacakan ke mana dana itu pergi," tegas Rifa'i.
 
Ia mengatakan, sejauh ini belum ada satu pun perusahaan yang menjadi korban. "Semua membeli secara perseorangan. Kami juga terus melakukan penyelidikan atas kasus itu secara mendalam dengan melibatkan PPATK," katanya.
 
Prosesnya konsumen membayar uang senilai Rp 50 juta, setelah itu konsumen diminta menunggu kedatangan mobil 1-2 bulan. Alhasil, uang yang sudah dibayarkan pun belum jelas nasibnya. Pihak Akumobil sempat berjanji akan mengembalikan dana pada 31 Oktober 2019, namun tak kunjung terlaksana.
 
Korban pun akan melakukan segala upaya untuk bisa kembali mendapatkan uangnya. "Tujuannya hanya ingin uang yang sudah dibayarkan dikembalikan. Sekecil apapun peluang itu kita usahakan," kata sejumlah konsumen. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,