Disdik Bali akan Pecat Guru yang Ajak Siswi 'Threesome'

Disdik Bali akan Pecat Guru yang Ajak Siswi 'Threesome'

Ni Made Sri Novi Darmaningsih dan Anak Agung Putu Wartayasa dibawa ke Mapolres Buleleng. (foto - ist)

Denpasar - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Boy Jayawibawa menyayangkan kasus bu guru di Buleleng, Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) mengajak siswinya 'threesome". Jika terbukti bersalah, Novi bakal dipecat.
 
"Kami akan cek ricek, namun kalau benar seperti itu tentu kami menyayangkan sudah ada pembinaan, tapi ternyata terjadi hal-hal seperti ini," kata Boy kepada wartawan di Denpasar Bali, Jumat (8/11/2019).
 
Menurutnya, pihaknya sudah mengingatkan soal kewajiban maupun hak dari para guru maupun tenaga kontrak pendidikan. Dipastikan, Novi bakal dipecat jika terbukti melakukan pelanggaran seperti itu.

"Jika memang benar seperti itu, apakah itu guru atau tenaga kontrak atau apa, tentu sudah ada hak kewajiban dan sanksi. Terjadi seperti hal itu sesuai laporan dan pemeriksaan dari yang berwajib, memang harus dihentikan," katanya.
Ke depan, pihaknya terus melakukan monitoring kepada tiap guru baik kontrak maupun tetap. Ia juga memastikan selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan tiap daerah, untuk laporan terkait progress pendidikan.

"Untuk mengantisipasi itu, ke depan kita melaksanakan monitoring terhadap tenaga guru atau tenaga kontrak. Kita akan selalu koordinasi antarkabupaten, dan selalu melakukan laporan kedisiplinan," tegas Boy.

Seperti diketahui, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 26 Oktober sekitar pukul 14.30 Wita di kamar indekos di Jalan Sahadewa Singaraja. Awalnya korban diajak oleh Novi karena akan dikenalkan dengan pacarnya Anak Agung Putu Wartayasa (36).

Namun, sesampainya di tempat kos korban malah dipaksa untuk melihat Novi dan Putu berhubungan intim. Kemudian Putu mulai meraba tubuh korban hingga akhirnya terjadi persetubuhan 'threesome' (bertiga).

Akibat perbuatannya, Novi dan pacarnya dijerat dengan Pasal 81 (1) jo Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sedangkan Putu disangka telah melakukan tindak pidana persetubuhan, sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 ayat (1) dan (2) UU Nomor 35 Tahun 2014. (Jr.)**
 
.

Categories:Daerah,
Tags:,