Angkum berbasis Online sebagai terobosan atasi Kemacetan

Angkum berbasis Online sebagai terobosan atasi Kemacetan

Kabupaten Bandung Segera Terapkan Angkum Berbasis Online. (foto - prfmnews)

Bandung  -  Penerapan   aplikasi  angkutan   umum  berbasis  online  merupakan  bentuk  terobosan  serta  inovasi  dalam moda pelayanan transportasi di Kabupaten Bandung. Angkutan umum berbasis online dengan menggunakan aplikasi tron pada program "Sambara Satalen", akan diujicoba pada trayek Soreang-Banjaran Kabupaten Bandung, pada 18 November 2019.
 
"Angkutan umum berbasis online itu merupakan sebuah terobosan dan inovasi dalam menghadapi permasalahan kemacetan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung H Zeis Zultaqawa saat sosialisasi rencana penerapan angkutan umum berbasis online pada program Sambara Satalen di Taman Uncal Kompleks Pemkab Bandung di Soreang, Minggu (10/11/2019).
 
Ia menjelaskan, kemacetan di Indonesia masih menjadi masalah dalam transportasi nasional. Pihaknya berusaha untuk menanggulangi permasalahan itu, karena  mobilitas kendaraan di Kabupaten Bandung dalam sehari mencapai 22 juta unit.
 
"Kemacetan yang terjadi saat ini karena kondisi kendaraan tak seimbang dengan kapasitas jalan. Untuk mengatasi kemacetan itu salah satunya dengan cara mengoptimalkan angkutan umum," katanya.
 
Zeis mengatakan, kemacetan kendaraan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan, selain melonjaknya kendaraan pribadi juga mulai berkurangnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum. Untuk itu, pemerintah berusaha untuk mencari solusinya.
 
"Kami mempunyai tugas untuk menyediakan angkutan umum, di antaranya angkutan umum berbasis online yang saat ini sedang disosialisasikan, dalam perencanaan launchingnya pada 18 November mendatang," katanya.
 
Ia berharap, dengan adanya moda angkutan umum massal berbasis online bisa mengurangi masalah kemacetan. Angkutan umum berbasis online dalam pelayanannya terintegrasi pada layanan umum, dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
 
"Saat ini masyarakat sedang booming menggunakan gadget, sehingga layanan angkutan umum dipindahkan ke dalam layanan aplikasi. Ini namanya sabilulungan angkutan massal," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,